PORTAL7.CO.ID - Kawasan bersejarah Jalan Asia Afrika di Kota Bandung kini tengah dipersiapkan untuk naik kelas ke panggung internasional. Pemerintah Kota Bandung menargetkan area ikonik ini mendapatkan pengakuan resmi sebagai warisan dunia dari lembaga kebudayaan PBB, UNESCO.
Langkah ambisius ini diambil berdasarkan nilai sejarah yang sangat mendalam yang melekat di sepanjang koridor tersebut. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan konfirmasi terkait rencana besar ini setelah menghadiri peringatan ke-71 Konferensi Asia Afrika (KAA), dilansir dari Detikcom.
"Bandung sebelumnya sudah diakui sebagai memory of the world untuk KAA sejak 1995, sehingga pada Agustus 2025 lalu kami resmi mengajukan pendaftaran kawasan Asia Afrika dari Simpang Lima hingga Otista ke pemerintah pusat sebagai warisan dunia UNESCO," jelas Muhammad Farhan.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Pemkot Bandung kini tengah disibukkan dengan berbagai persiapan teknis yang sangat mendalam. Fokus utama saat ini adalah memperkuat landasan akademis serta melakukan pemetaan terhadap bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi kunci penilaian.
"Kami perlu memastikan adanya kajian akademis yang sangat tajam untuk membuktikan kelayakan kawasan ini, termasuk memasukkan Gedung Dwi Warna sebagai bagian dari sejarah modern UNESCO," ungkap Muhammad Farhan.
Farhan menyatakan rasa optimisnya bahwa proses pendaftaran ini akan berjalan lancar dan membuahkan hasil dalam beberapa tahun mendatang. Pengakuan internasional ini diyakini akan memberikan dampak signifikan bagi pelestarian sejarah modern di ibu kota Provinsi Jawa Barat tersebut.
"Harapan kami adalah dalam kurun waktu empat tahun ke depan, kawasan ini sudah bisa masuk sebagai kandidat resmi dari tempat yang akan ditentukan oleh pihak UNESCO," tutur Muhammad Farhan.
Salah satu aspek krusial dalam penilaian UNESCO adalah keberlangsungan aktivitas di kawasan tersebut agar tetap hidup dan tidak menjadi area mati. Oleh karena itu, konsistensi dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan kebudayaan menjadi poin penting yang terus diperhatikan oleh pemerintah.
"Kawasan ini tidak boleh sepi dan harus selalu diisi dengan berbagai acara, dan kehadiran Menteri Kebudayaan Fadli Zon ke Bandung memberikan nilai tambah yang sangat tinggi bagi upaya kami," kata Muhammad Farhan.