Langkah kakiku terasa berat saat menyusuri jalan setapak menuju rumah tua peninggalan kakek di pinggiran kota. Semua ambisi yang kubawa dengan penuh kesombongan kini hancur berkeping-keping, menyisakan sesak yang menghimpit dada.

Aku selalu mengira bahwa kedewasaan hanya diukur dari seberapa banyak harta yang berhasil kukumpulkan di usia muda. Namun, keheningan desa ini justru seolah menertawakan ego yang selama ini telah membutakan mata hatiku.

Di teras kayu yang mulai lapuk, aku menemukan sebuah catatan harian milik mendiang Ibu yang belum sempat kuselesaikan. Lembar demi lembar bercerita tentang ketabahan luar biasa yang tidak pernah kutemukan dalam bisingnya persaingan kota.