PORTAL7.CO.ID - Situasi terkini Arsenal di Premier League musim 2025/2026 menunjukkan performa yang sangat menjanjikan dalam perburuan gelar juara. Hingga pekan ke-35, The Gunners memimpin klasemen dengan koleksi 76 poin, memberikan keunggulan enam poin dari pesaing terdekat mereka, Manchester City.

Kemenangan meyakinkan tiga gol tanpa balas atas Fulham di Emirates Stadium baru-baru ini semakin memperkuat posisi Arsenal untuk mengakhiri penantian gelar yang sudah berlangsung sejak musim 2003/2004. Keberhasilan skuad asuhan Mikel Arteta ini sangat ditopang oleh soliditas lini pertahanan mereka.

Pilar-pilar penting di jantung pertahanan Meriam London saat ini diisi oleh nama-nama seperti Ben White, William Saliba, Gabriel, dan Riccardo Calafiori. Namun, sejarah panjang Premier League sejak bergulir pada 1992 tidak selalu dipenuhi oleh para bek yang tampil mengesankan.

Dilansir dari Givemesport, terdapat beberapa pemain bertahan yang justru menorehkan kisah kurang menyenangkan akibat performa yang dinilai sangat mengecewakan sepanjang sejarah kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Salah satu nama yang sering disebut adalah Leon Cort, yang sempat memperkuat Burnley, Stoke City, dan Crystal Palace di Liga Inggris. Meskipun menunjukkan penampilan baik di divisi yang lebih rendah, kiprahnya di level tertinggi dianggap sebagai kegagalan total.

Faktanya, pendukung Burnley bahkan sempat menggelar jajak pendapat pada tahun 2017 yang menobatkan Cort sebagai pemain terburuk sepanjang masa klub tersebut. Setelah periode sulit di Turf Moor, ia kemudian dilepas ke Stoke City dan tidak pernah lagi bermain di kompetisi level atas.

Sementara itu, Per Kroldrup dikenang sebagai salah satu pembelian terburuk di era kepelatihan David Moyes saat ia masih menukangi Everton. Bek asal Denmark ini dibeli dengan biaya sekitar £5 juta, namun hanya mampu mencatatkan satu penampilan saja untuk The Toffees.

Eks rekan setimnya, Leon Osman, pernah mengungkapkan kesulitan yang dialami Kroldrup, "Ia mengalami kesulitan besar saat menjalani latihan dasar seperti melakukan sundulan," ujar Leon Osman. Penampilan tunggalnya berakhir dengan kekalahan telak 0-4 dari Aston Villa.

Winston Bogarde bergabung dengan Chelsea pada tahun 2000 dari FC Barcelona tanpa biaya transfer, namun kepindahannya dengan cepat dianggap sebagai kesalahan besar oleh klub. Upaya Chelsea untuk melepasnya di musim pertama gagal karena tuntutan gaji yang tinggi.