PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung melakukan restrukturisasi besar dalam tubuh birokrasi dengan melantik 132 pejabat pada Selasa, 5 Mei 2026. Acara pelantikan yang dilaksanakan di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya ini merupakan langkah Bupati Klungkung, I Made Satria, untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayahnya.

Pelantikan tersebut mencakup pejabat pada tingkat administrator hingga pengawas, dengan tujuan utama mendorong percepatan program-program strategis yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan roda pemerintahan berjalan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bupati I Made Satria secara tegas menyampaikan bahwa perombakan struktur kali ini hanyalah gelombang pertama dalam rangkaian penyegaran birokrasi. Hal ini mengindikasikan bahwa akan ada tahapan rotasi dan evaluasi lanjutan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya di masa mendatang.

"Ini merupakan gelombang pertama. Saya katakan ini gelombang pertama, karena akan ada gelombang-gelombang berikutnya," tegas Satria, Bupati Klungkung, menekankan bahwa proses evaluasi kinerja masih akan terus berlanjut.

Keputusan strategis ini diambil setelah Bupati melakukan pemantauan intensif terhadap kinerja perangkat daerah selama masa kepemimpinannya yang telah berjalan selama satu tahun tiga bulan. Ia menyoroti perlunya peningkatan kecepatan respons birokrasi terhadap keluhan dan aspirasi yang disampaikan oleh warga.

Bupati Satria mengkritik keras adanya pola kerja yang dianggap lamban dan kurang tangkas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Klungkung. "Saya masih melihat, menyaksikan, (pelayanan) lelet dan kurang gercep (gerak cepat) dalam melayani apa yang menjadi keluhan masyarakat," cetus Satria.

Lebih lanjut, Bupati Satria mendesak agar para pejabat baru dan lama meninggalkan mentalitas kerja yang kaku dan ego sektoral. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi demi tercapainya tujuan pembangunan daerah secara kolektif.

"Buang ego sektoral, buang ego 'tugas saya sudah selesai, kenapa saya harus membantu yang lain'. Kita butuh kinerja kolaboratif. Tidak ada satu orang pun di Klungkung ini yang bisa hebat sendirian," imbuh Satria, menekankan pentingnya sinergi.

Target utama dari penataan ulang ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat Klungkung dan memaksimalkan potensi daerah, terutama dalam upaya pengentasan status kabupaten termiskin di Bali. Bupati mengajak seluruh jajaran untuk berinovasi dan keluar dari zona nyaman.