Ilmu tauhid merupakan fondasi utama yang membangun keislaman seorang hamba dalam menjalani kehidupan di dunia. Pengenalan terhadap Sang Pencipta atau Ma’rifatullah menjadi titik awal yang sangat krusial bagi setiap bentuk peribadatan. Melalui pemahaman yang benar, seorang Muslim dapat menjalankan ketaatan dengan hati yang penuh keyakinan dan kemantapan jiwa.

Dalam tradisi intelektual Islam, madzhab Asy’ariyah dan Maturidiyah telah merumuskan sistematika pengenalan sifat-sifat Allah secara mendalam. Rumusan ini bertujuan untuk menjaga kemurnian akidah umat dari paham penyerupaan Tuhan dengan makhluk maupun peniadaan sifat-sifat-Nya. Para ulama menyusun perangkat epistemologis ini agar umat dapat memahami hakikat ketuhanan yang absolut dan sempurna.

ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Terjemahan: Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. Al-An'am: 102)

Para ulama dalam tradisi Asy'ariyah mengawali pembahasan eksistensi Allah dengan menetapkan Sifat Nafsiyah sebagai kategori pertama. Sifat Nafsiyah ini merujuk pada sifat yang berhubungan langsung dengan Dzat Allah tanpa adanya tambahan makna di luar Dzat-Nya. Adapun sifat yang menjadi pokok dalam kategori ini adalah Al-Wujud, yang menegaskan keberadaan Allah secara hakiki.

Memahami sifat-sifat wajib bagi Allah bukan sekadar menghafal poin-poin teologis secara dogmatis di dalam pikiran. Pengetahuan ini seharusnya menjadi cahaya yang membimbing perilaku sehari-hari agar selalu merasa dalam pengawasan Sang Pencipta. Dengan mengenal Allah secara benar, seorang mukmin akan terhindar dari kesesatan berpikir dan keraguan dalam beragama.

Kesimpulannya, mempelajari sifat-sifat Allah adalah perjalanan spiritual untuk memperkokoh bangunan akidah yang selamat dari penyimpangan. Semoga pemahaman mengenai ketauhidan ini membawa kita pada derajat Ma'rifatullah yang lebih tinggi dan penuh keberkahan. Mari kita terus memperdalam ilmu agama agar iman tetap teguh di tengah derasnya arus pemikiran modern saat ini.

Sumber: Muslimchannel

https://muslimchannel.id/post/manifestasi-ketauhidan-analisis-teologis-dan-epistemologis-sifat-wajib-bagi-allah-dalam-tradisi-asy-ariyah