Keberlanjutan peradaban sebuah bangsa senantiasa berakar dari pembinaan karakter yang dilakukan di dalam unit keluarga. Sebagai fondasi terkecil masyarakat, keluarga menjadi tempat persemaian utama bagi nilai-nilai luhur dan pendidikan moral anak. Di sinilah sosok Muslimah memegang peranan krusial sebagai pendidik pertama yang mencetak generasi masa depan yang tangguh dan berakhlak.
Sering kali muncul pandangan sempit yang memisahkan secara kaku antara peran domestik dan peran publik bagi kaum perempuan. Padahal, Islam memandang setiap Muslimah sebagai arsitek peradaban yang mampu memadukan kasih sayang dengan kecerdasan intelektual yang tajam. Mandat ilahiah ini menuntut perempuan untuk terus mengembangkan potensi diri tanpa harus meninggalkan fitrah utamanya sebagai penjaga keharmonisan rumah tangga.
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Terjemahan: "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadila: 11)
Sejarah kegemilangan Islam telah membuktikan kontribusi nyata para perempuan hebat seperti Sayyidah Khadijah dan Aisyah binti Abu Bakar. Khadijah hadir sebagai pilar finansial dan moral yang sangat kokoh bagi perjuangan dakwah Rasulullah di masa-masa sulit. Sementara itu, Aisyah menjadi rujukan intelektual utama bagi para sahabat dalam memahami persoalan hukum dan rahasia agama yang mendalam.
Di era disrupsi saat ini, setiap Muslimah perlu mengoptimalkan potensi dirinya dengan tetap berpegang teguh pada koridor syariat yang mulia. Pemanfaatan teknologi dan akses informasi yang luas harus diarahkan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan serta memperkuat ketahanan keluarga. Keseimbangan antara aktualisasi diri di ruang publik dan tanggung jawab domestik akan menciptakan harmoni yang berdampak besar bagi kemajuan umat.
Membangun peradaban yang bermartabat harus dimulai dari kesadaran setiap Muslimah akan tugas mulia yang kini sedang diembannya. Dengan kecerdasan yang berlandaskan iman, perempuan memiliki peluang besar untuk mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman. Mari kita hidupkan kembali semangat para sahabiyah untuk merajut masa depan Islam yang lebih gemilang melalui kekuatan ilmu dan amal.
Sumber: Muslimchannel