Ilmu akidah merupakan pilar terpenting dalam kehidupan seorang Muslim yang membutuhkan keyakinan tanpa keraguan sedikit pun. Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, mengenal Allah atau Ma’rifatullah bukan sekadar ucapan di lisan saja. Hal ini melibatkan pemahaman mendalam tentang sifat-sifat yang wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah Swt.

Para ulama mutakallimin telah menyusun sistematisasi sifat dua puluh sebagai metode untuk menjaga kemurnian tauhid. Langkah ini sangat krusial guna menghindari syubhat tasybih atau penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya. Selain itu, metodologi ini juga mencegah paham ta’thil yang mencoba meniadakan sifat-sifat kesempurnaan Tuhan.

Allah Swt. telah memberikan petunjuk melalui wahyu mengenai keagungan Zat-Nya yang tidak tertandingi oleh apa pun di alam semesta. Landasan naqli ini menjadi pijakan utama bagi setiap mukallaf dalam membangun pondasi keimanan yang kokoh. Berikut adalah ayat suci Al-Quran yang menegaskan kemuliaan sifat-sifat Allah tersebut: