PORTAL7.CO.ID - Theater Mini Lantai 5 Gedung Iqra Unismuh Makassar menjadi saksi bisu berkumpulnya para mahasiswa dalam sebuah diskusi mendalam. Suasana khidmat terasa menyelimuti ruangan saat para peserta mulai membedah relevansi kearifan lokal dalam dunia politik modern.
Fokus utama dalam pertemuan ini adalah bagaimana nilai luhur Siri' na Pacce dapat diintegrasikan ke dalam praktik kepemimpinan masa kini. Diskusi ini berupaya menjawab tantangan moral yang sering dihadapi oleh para politisi muda di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diinisiasi oleh para dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unismuh Makassar. Acara tersebut berlangsung tepat pada hari Rabu, 15 April 2026, dilansir dari Jabaronline.com.
Panitia menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya untuk memberikan wawasan dari perspektif yang berbeda. Mereka adalah Dr. Nurwahid dari Administrasi Publik dan Muhammad Fauzan yang mewakili unsur Pemuda Muhammadiyah.
"Nilai-nilai luhur dari budaya Bugis-Makassar harus menjadi kompas moral bagi setiap individu yang ingin terjun ke dunia politik demi menjaga integritas bangsa," ujar Dr. Nurwahid.
"Generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menghidupkan kembali etika kepemimpinan yang berakar pada harga diri dan kepedulian sosial yang tinggi," kata Muhammad Fauzan.
Kehadiran para akademisi dan praktisi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai penerapan filosofi lokal dalam sistem birokrasi. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan etika tersebut dalam kehidupan organisasi.
Diskusi ini diharapkan mampu mencetak kader pemimpin yang memiliki karakter kuat dan tidak mudah goyah oleh arus pragmatisme politik. Unismuh Makassar berkomitmen untuk terus mengawal pengembangan potensi mahasiswa melalui pendekatan budaya.
Pentingnya menjaga marwah kepemimpinan melalui konsep Siri' na Pacce menjadi poin krusial yang terus ditekankan sepanjang acara. Hal ini dianggap sebagai benteng pertahanan terakhir dalam menghadapi degradasi moral di panggung politik nasional.