PORTAL7.CO.ID - Juara Dunia Formula 1 dari tim Red Bull, Max Verstappen, dipastikan akan kembali menguji kemampuannya di Nordschleife, sirkuit legendaris Nurburgring. Agenda ini dilakukan dalam rangka mengikuti sesi kualifikasi untuk ajang bergengsi 24 Jam Nurburgring.

Jadwal kualifikasi tersebut ditetapkan pada tanggal 18 dan 19 April 2026, yang menariknya bertepatan dengan jadwal pembatalan Grand Prix Arab Saudi tahun itu, dilansir dari racingnews365.com. Keputusan ini menandai keseriusan Verstappen dalam menghadapi balapan ketahanan.

Keterlibatan Verstappen dalam balapan ketahanan ini merupakan bagian krusial dari rangkaian persiapannya menuju debut resmi di 24 Jam Nurburgring pada bulan Mei mendatang. Pembalap berusia 28 tahun tersebut sudah memiliki pengalaman di lintasan tersebut.

Verstappen sebelumnya pernah merasakan kemenangan di Nurburgring pada akhir tahun lalu saat ia berpartisipasi dalam ajang Nurburgring Langstrecken-Serie (NLS2). Kemenangan ini menggarisbawahi adaptasinya yang cepat di sirkuit yang menantang tersebut.

Saat itu, Verstappen berpasangan dengan Jules Gounon dan Dani Juncadella, berhasil mengamankan posisi pole position dan memenangkan lomba menggunakan mobil Mercedes-AMG GT3. Namun, kemenangan tersebut harus dibatalkan kemudian karena adanya masalah terkait regulasi penggunaan ban.

Untuk dua sesi kualifikasi berdurasi empat jam tersebut, Verstappen akan kembali berduet dengan Lucas Auer. Sementara itu, rekan setimnya, Gounon dan Juncadella, tidak bisa bergabung karena terikat komitmen lain di ajang Kejuaraan Ketahanan Dunia FIA (FIA World Endurance Championship) yang berlangsung di Imola, dikutip dari crash.net.

Partisipasi Verstappen di Nurburgring menjadi semakin menarik perhatian publik, terutama mengingat ia kerap menyuarakan ketidakpuasan terhadap regulasi Formula 1 yang berlaku saat ini. Spekulasi mengenai kemungkinan pensiunnya dari F1 bahkan sempat mengemuka setelah Grand Prix Jepang.

Musim 2026 sendiri telah dimulai dengan tantangan tersendiri bagi Red Bull, terutama menyusul implementasi kemitraan mesin baru mereka bersama Ford. Meski demikian, Verstappen menegaskan bahwa isu mesin ini tidak berkaitan langsung dengan keluhannya mengenai aturan balap yang ada.

Komentator Sky F1, Martin Brundle, turut menyoroti isu serius yang perlu segera ditangani oleh FIA terkait aturan F1 tahun 2026. Brundle mengungkapkan kekhawatirannya setelah mendengar pernyataan Lando Norris di Jepang yang menyebutkan bahwa ia "tidak ingin menyalip" Lewis Hamilton.