PORTAL7.CO.ID - Antrean panjang terlihat memadati Pusat Penukaran Uang Terpadu yang berlokasi di Grage City Mall, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada hari Senin (9/3/2026). Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri.

Meskipun antusiasme tinggi, warga yang ingin menukar uang harus melalui proses pendaftaran daring terlebih dahulu untuk mendapatkan jadwal dan menentukan pecahan uang yang diinginkan. Proses registrasi ini dilaporkan sempat menimbulkan kendala teknis bagi sebagian calon penukar.

Cynthia Wulandari, salah satu warga yang hadir, mengungkapkan pengalamannya menghadapi kesulitan saat mendaftar melalui internet. Ia harus mencoba berulang kali karena situs pendaftaran sempat sulit diakses.

"Pas daftar agak susah, enggak masuk-masuk. Antrenya di web juga lama, kadang balik lagi ke awal. Saya ke sini buat Rp 2,8 juta," ujar Cynthia saat ditemui di lokasi penukaran, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Namun, Cynthia menilai bahwa proses penukaran fisik di lokasi tahun ini berjalan lebih terorganisir dibandingkan tahun sebelumnya. Ia hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menyelesaikan transaksi penukaran uang pecahan mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 20.000.

Hal serupa dirasakan oleh Fani Rizqia dari Plumbon, yang juga menukarkan uang dalam jumlah besar untuk dibagikan sebagai Tunjangan Hari Raya (THR) kepada keponakannya saat momen silaturahmi Idul Fitri.

"Ia menukarkan uang sebesar Rp 5,3 juta yang akan dibagikan kepada keponakan saat silaturahmi Idul Fitri nanti," dikutip dari keterangan Fani Rizqia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengumumkan kesiapan BI dalam menyediakan likuiditas uang tunai untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026 di wilayah Ciayumajakuning.

"Total kami menyediakan Rp 3,89 triliun. Ini naik 25,8 persen dibandingkan realisasi 2025 yang Rp 3,09 triliun," kata Ayu, menjelaskan peningkatan alokasi dana yang disiapkan.