Harga emas di Pegadaian mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan hari Minggu, 22 Februari 2026. Kenaikan tajam dialami oleh produk emas batangan dari UBS dan Galeri24 dengan rentang kenaikan antara Rp52.000 hingga Rp63.000 per gram. Fenomena ini menarik perhatian investor karena pergerakan harga yang cukup agresif dibandingkan dengan perdagangan periode sebelumnya.

Emas produksi UBS kini dibanderol seharga Rp3.061.000 per gram, melonjak dari posisi sebelumnya di angka Rp3.009.000. Sementara itu, emas Galeri24 mengalami kenaikan lebih tinggi sebesar Rp63.000 hingga mencapai level Rp3.047.000 per gram. Tersedia berbagai pilihan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram guna memenuhi kebutuhan diversifikasi aset bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penguatan harga di pasar domestik ini sejalan dengan reli harga emas dunia yang melonjak lebih dari 1% di pasar spot. Kondisi tersebut dipicu oleh rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat yang tumbuh jauh di bawah ekspektasi pasar. Melambatnya pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam membuat investor berbondong-bondong mengalihkan modal mereka ke aset aman atau safe-haven.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump berencana menerapkan tarif global baru sebesar 10% selama 150 hari ke depan. Langkah ini diambil sebagai respons atas putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sejumlah tarif darurat sebelumnya karena dinilai ilegal. Analis pasar logam independen, Tai Wong, menilai ketidakpastian kebijakan ini akan terus memicu volatilitas harga emas global.

Data ekonomi menunjukkan pertumbuhan tahunan AS melambat menjadi 1,4% pada kuartal keempat akibat penutupan pemerintah dan penurunan konsumsi. Meskipun inflasi masih bertahan di atas target, rendahnya angka PDB memberikan tekanan tambahan bagi stabilitas ekonomi secara menyeluruh. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan fiskal AS menjadi faktor utama yang menyokong penguatan harga logam mulia saat ini.

Pelaku pasar saat ini tengah menantikan langkah Federal Reserve terkait potensi pemangkasan suku bunga pada pertengahan tahun ini. Emas cenderung memiliki kinerja yang positif dalam lingkungan suku bunga rendah karena biaya peluang kepemilikannya menjadi lebih kecil. Selain emas, komoditas logam lainnya seperti perak, platinum, dan paladium juga terpantau ikut mengalami tren penguatan harga yang signifikan.

Melihat tren yang berkembang, investasi emas tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat di tengah gejolak geopolitik dan ekonomi global. Harga di Pegadaian diprediksi akan terus berfluktuasi mengikuti dinamika pasar internasional dan kebijakan moneter Amerika Serikat yang dinamis. Investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga harian secara cermat sebelum melakukan transaksi jual maupun beli.