PORTAL7.CO.ID - Dunia bulu tangkis internasional dikejutkan dengan kabar pengunduran diri salah satu putra terbaiknya, Viktor Axelsen. Atlet andalan Denmark tersebut secara resmi menyatakan berhenti dari karier profesionalnya pada Rabu, 15 April 2026.
Keputusan berat ini diambil Axelsen setelah berjuang melawan cedera punggung berkepanjangan yang tidak kunjung membaik. Kondisi fisik tersebut membuatnya merasa tidak lagi mampu bersaing di level tertinggi dalam berbagai kompetisi internasional.
Pengumuman ini sekaligus menjawab teka-teki mengenai absennya sang pemain dari berbagai kompetisi sepanjang awal tahun 2026. Langkah gantung raket ini menjadi titik akhir bagi perjalanan panjang sang raksasa Denmark di lapangan hijau.
"Penampilan kompetitif terakhir Axelsen tercatat terjadi pada turnamen BWF di Cesson-Sévigné, Prancis, yang berlangsung pada Oktober 2025 lalu," dilansir dari Detik Sport.
Dalam turnamen terakhirnya tersebut, Axelsen harus mengakui keunggulan rekan senegaranya, Anders Antonsen, di babak perempat final. Laga sengit tiga gim dengan skor 15-21, 21-17, dan 12-21 menjadi saksi bisu pertandingan penutup dalam karier profesionalnya.
Axelsen meninggalkan warisan prestasi yang sangat impresif, termasuk dominasinya sebagai tunggal putra nomor satu dunia selama bertahun-tahun. Ia tercatat menguasai puncak peringkat BWF sejak Desember 2021 hingga Juni 2024 tanpa tergeser.
Koleksi gelar juaranya mencakup berbagai turnamen bergengsi, mulai dari All England tahun 2020 dan 2022 hingga torehan hattrick di Indonesia Open pada 2021-2023. Ia juga sukses mengamankan titel juara di Malaysia Open, Japan Open, dan China Open selama masa jayanya.
Pencapaian paling fenomenal Axelsen adalah keberhasilannya meraih dua medali emas Olimpiade secara berturut-turut pada edisi 2020 dan 2024. Rekor ini menyamai torehan legendaris milik pemain asal China, Lin Dan, dalam sejarah tunggal putra dunia.
Selain prestasi individu, ia juga menjadi pilar utama saat membawa tim Denmark meraih trofi Thomas Cup pada tahun 2016. Kontribusinya juga membuahkan banyak gelar juara di ajang Kejuaraan Beregu Eropa bagi negaranya selama satu dekade terakhir.