PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kesehatan kini tengah memprioritaskan penyelesaian infrastruktur medis di wilayah Kuta Selatan dan Kuta Utara. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan layanan kesehatan yang memadai bagi masyarakat di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk.
Fokus utama saat ini tertuju pada pembangunan Puskesmas Kuta Selatan II yang berlokasi di Desa Pecatu. Dilansir dari Detikcom, proyek strategis tersebut kini telah memasuki pengerjaan tahap kedua guna memenuhi kebutuhan mendesak warga setempat pada Kamis (16/4/2026).
Saat ini, Kecamatan Kuta Selatan yang dihuni sekitar 120.000 jiwa hanya dilayani oleh satu unit Puskesmas. Penambahan fasilitas ini diharapkan mampu menyeimbangkan rasio layanan kesehatan dengan kepadatan penduduk yang terus meningkat di kawasan pariwisata tersebut.
"Di Kuta Selatan itu sedikit lagi melanjutkan tahap duanya, yang kami upayakan di akhir tahun ini sudah bisa beroperasi. Harapan kami pariwisata kami tetap lancar, tidak terdampak geopolitik sehingga anggaran kegiatan produktif untuk masyarakat ini tidak terdampak," ujar dr. Bagus Padma Puspita selaku Kepala Dinas Kesehatan Badung.
Kepala Dinas Kesehatan Badung menjelaskan bahwa idealnya wilayah Kuta Selatan memiliki minimal tiga unit Puskesmas untuk pelayanan optimal. Pembangunan di Desa Pecatu menjadi realisasi awal dari aspirasi warga yang menginginkan akses medis lebih dekat dan berkualitas.
"Ini adalah aspirasi warga setempat agar ada satu Puskesmas lagi dan ini cukup besar. Harapan kami, warga Pecatu, Ungasan dan sekitarnya bisa memanfaatkan Puskesmas baru ini sehingga mendukung upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP)," kata dr. Bagus Padma Puspita.
Selain di wilayah selatan, Pemkab Badung juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Puskesmas Kuta Utara II di Desa Tibubeneng pada tahun ini. Berdasarkan data BPS 2024, jumlah penduduk di kawasan Kuta Utara telah mencapai 89.990 jiwa sehingga penambahan fasilitas menjadi sangat krusial.
"Kuta Utara dengan jumlah penduduknya yang padat baru punya satu Puskesmas, maka tahun ini kami mendapat anggaran pembangunan di Tibubeneng. Arahan pimpinan, keinginan juga bisa dibangun pos terpadu seperti pemadam kebakaran, BPBD dan lainnya karena wilayah ini menyangga dua daerah pariwisata yang memerlukan reaksi cepat jika terjadi sesuatu," tegas dr. Bagus Padma Puspita.
Proyek di Kuta Utara ini juga diintegrasikan dengan penataan lahan di jalur pintas atau shortcut Canggu untuk mengurai kemacetan. Bangunan Puskesmas direncanakan mundur tiga meter dari posisi awal guna memberikan ruang bagi perluasan akses jalan publik di kawasan tersebut.