PORTAL7.CO.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mengintensifkan berbagai langkah penanganan dampak bencana di Pulau Sumatera untuk memastikan konektivitas antarwilayah kembali normal. Upaya ini difokuskan agar pergerakan masyarakat serta pengiriman logistik tidak lagi terhambat oleh kerusakan infrastruktur, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Data terkini menunjukkan kemajuan signifikan dengan 107 ruas jalan serta 43 jembatan nasional yang sempat terdampak kini telah mencapai status fungsional 100 persen. Keberhasilan ini menjadi bagian krusial dari strategi pemerintah dalam memulihkan jalur distribusi utama di kawasan terdampak bencana.

Pemulihan juga merambah ke jaringan jalan daerah dengan angka yang cukup impresif. Dari total 2.421 ruas jalan yang terdampak, sebanyak 2.277 ruas atau sekitar 94 persen sudah bisa dilalui, sementara 792 jembatan dari total 1.181 unit telah kembali beroperasi.

"Kalau jalan dan jembatan nasional tidak ada masalah. Memang ada longsor, tapi dalam hitungan kurang dari 24 jam sudah bisa kita bereskan," ujar Menteri PU Dody Hanggodo saat memberikan jaminan terkait kondisi infrastruktur di area terdampak.

Meskipun progres secara umum berjalan lancar, pemerintah memberikan perhatian khusus pada wilayah Aceh yang masih mengalami dampak berat. Kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah tingginya curah hujan serta tumpukan lumpur yang tebal di daerah hilir.

"Progres di Aceh, masalah utamanya sebenarnya lumpur dan hari ini pun masih hujan. Dengan kondisi seperti ini, pekerjaan harus dipercepat," kata Dody Hanggodo menekankan pentingnya efisiensi waktu dalam bekerja.

Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko bencana susulan, Kementerian PU mempercepat pembangunan sistem pengendalian sedimen di titik-titik rawan. Salah satu solusinya adalah pengadaan sabo dam yang dirancang untuk membendung material kayu dan sedimen dari hulu agar tidak merusak infrastruktur.

"Saya lihat di jalan nasional ke arah Gayo Luwes masih banyak kayu. Saya takut ini akan turun lagi ke Tamiang," ujar Dody Hanggodo saat menjelaskan kerawanan di jalur tersebut.

"Jadi, Kementerian PU mulai mengerjakan pekerjaan sabo dam-nya walaupun belum seharusnya dimulai," sambung Dody Hanggodo mengenai kebijakan percepatan pembangunan tersebut.