PORTAL7.CO.ID - Perkembangan karier Franco Mastantuono di Real Madrid tengah menghadapi tantangan signifikan setelah performanya mengalami penurunan drastis dalam beberapa waktu terakhir. Pemain muda tersebut kini menghadapi periode sulit di Santiago Bernabéu, yang mengakibatkan minimnya kesempatan bermain dalam dua bulan terakhir.
Situasi ini diketahui telah berlangsung sejak awal Februari 2026, menimbulkan kekhawatiran serius mengenai progres sang penyerang di klub raksasa Spanyol tersebut. Sejak awal Februari, Mastantuono tercatat hanya mengumpulkan 60 menit waktu bermain untuk tim utama Real Madrid.
Penurunan menit bermain ini sangat kontras dengan awal musim yang menjanjikan, di mana 86% total menit bermainnya terjadi dalam enam pertandingan awal di bawah arahan pelatih Arbeloa, dilansir dari AS. Penurunan drastis ini lantas memunculkan spekulasi kuat mengenai rencana klub untuk meminjamkan sang pemain.
Mastantuono bergabung dengan Real Madrid pada 14 Agustus 2025, saat usianya baru menginjak 18 tahun. Debutnya terjadi lima hari kemudian melawan Mallorca, di mana ia bermain selama 23 menit dan menunjukkan potensi besar sebagai talenta Argentina yang menjanjikan, menurut Sport.es.
Potensi tersebut terlihat ketika ia menjadi starter di tujuh dari sembilan pertandingan berikutnya, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu prospek paling menarik dari akademi Argentina. Namun, serangkaian hambatan mulai menghampiri perjalanan kariernya di Madrid.
Hambatan utama yang dialami adalah cedera pubalgia yang dideritanya sejak 22 Juni saat membela River Plate melawan Rayados di Piala Dunia Antarklub. Kondisi ini memaksanya harus absen selama 40 hari, dan saat kembali, posisinya di tim inti sudah tergeser.
Selain cedera, sang penyerang berusia 18 tahun itu juga sempat menerima kartu merah saat menghadapi Getafe, yang berujung pada sanksi larangan bermain selama dua pertandingan. Hal ini menambah daftar masalah yang dihadapi Mastantuono di awal masa baktinya.
Di bawah kendali pelatih Xabi Alonso, Mastantuono sempat menjadi pilihan utama, tampil dalam 12 dari 14 laga awal dan menjadi starter dalam sembilan di antaranya. Meskipun demikian, ia hanya mampu mencetak satu gol tanpa memberikan assist, dengan 64% total menit bermainnya dihabiskan di bawah asuhan Alonso.
Ketika Arbeloa mengambil alih kepelatihan, Mastantuono sempat kembali dipercaya sebagai starter dalam lima dari enam pertandingan awal. Namun, inkonsistensi penampilannya—termasuk laga kurang memuaskan melawan Benfica setelah penampilan gemilang kontra Monaco—membuatnya secara bertahap tersingkir dari daftar pemain inti.