PORTAL7.CO.ID - Roger Machado, pelatih kepala São Paulo, memberikan analisis mendalam mengenai strategi yang diterapkan timnya menyusul hasil imbang 1-1 melawan Internacional pada laga kesembilan Campeonato Brasileiro. Pertandingan ini menjadi penampilan perdana São Paulo setelah jeda kompetisi selama 10 hari.

Dalam laga tandang di Beira Rio tersebut, Machado memutuskan untuk menerapkan formasi yang berbeda dari kebiasaan tim, termasuk memasang debutan Artur sebagai penyerang sayap kanan. Keputusan ini merupakan hasil evaluasi mendalam yang dilakukan tim selama sesi latihan, terutama mempertimbangkan karakteristik pemain baru.

Machado menjelaskan bahwa niat awalnya adalah memulai pertandingan tandang dengan fondasi yang lebih kokoh di lini tengah. Ia merasa perlu membawa tim yang lebih konsisten saat bermain di kandang lawan, seperti yang ia sampaikan.

Pendekatan awal ini dirancang agar tim dapat meningkatkan intensitas serangan secara bertahap seiring berjalannya waktu, sebuah skenario yang akhirnya terjadi ketika São Paulo tertinggal skor. Strategi ini bertujuan memberikan kontrol lebih baik sebelum meningkatkan daya gedor.

Pelatih tersebut menguraikan bahwa formasi dengan "bobot lebih besar di lini tengah" memungkinkan implementasi dengan satu pemain sayap terbuka di satu sisi, sementara Wendell memberikan dukungan kuat dari sisi sebaliknya. Strategi ini menuntut pengorbanan dari gelandang sentral untuk membantu pertahanan dan membebaskan ruang bagi kedua sisi sayap.

Meskipun ada penyesuaian taktis, São Paulo masih memperlihatkan masalah yang sama seperti laga sebelumnya, yaitu kecenderungan untuk melakukan terlalu banyak umpan silang ke kotak penalti lawan. Roger Machado secara eksplisit menyatakan ketidakpuasannya terhadap pola serangan ini.

"Volume umpan silang bukanlah yang saya inginkan," tegas Roger Machado mengenai pola menyerang timnya. Ia menganggap pola tersebut kurang efektif dalam membangun serangan yang terstruktur.

Perubahan di babak kedua, seperti pergeseran posisi pemain sayap dan penarikan Cauly ke posisi gelandang kedua, bertujuan memperbaiki koneksi dalam fase pembangunan serangan. Hal ini juga dimaksudkan untuk menciptakan "jembatan" bagi bek sayap untuk mencapai garis akhir atau melakukan aksi individu, ujar Machado.

Pada jeda turun minum, Cauly masuk menggantikan Danielzinho, sebuah pergantian yang didasari kebutuhan tim akan seorang pemain yang lebih kreatif di sektor tengah. Machado mengharapkan Cauly bisa bergerak bebas di belakang gelandang bertahan lawan.