PORTAL7.CO.ID - Pertandingan pekan ketiga Champions' Play-offs yang mempertemukan KV Mechelen dengan RSC Anderlecht pada Sabtu, 18 April 2026, berakhir dengan situasi yang tidak terduga. Laga yang berlangsung di Stadion Achter de Kazerne tersebut diwarnai oleh fenomena cedera hamstring massal yang mengganggu ritme permainan kedua tim.
Insiden medis yang tidak biasa ini bahkan sudah dimulai sejak menit-menit awal pertandingan ketika salah satu asisten wasit mengalami masalah otot paha belakang. Pertandingan sempat dihentikan sementara untuk memberikan ruang bagi Kevin Van Damme yang masuk menggantikan posisi hakim garis tersebut.
Krisis kebugaran kemudian merambat ke jajaran pemain, di mana gelandang muda berbakat milik Anderlecht, Mario Stroeykens, menjadi korban pertama. Stroeykens terlihat sangat kesakitan sambil memegangi bagian belakang pahanya sebelum akhirnya ditarik keluar dan digantikan oleh Yari Verschaeren.
Kondisi serupa juga menimpa kubu tuan rumah saat penyerang andalan mereka, Benito Raman, tersungkur di tengah lapangan pada babak kedua. Raman mengalami cedera saat melakukan akselerasi cepat menuju area pertahanan lawan, yang memaksanya keluar lebih awal untuk digantikan oleh Antonio.
Manajer tim tamu mengungkapkan bahwa kendala fisik sebenarnya sudah membayangi skuadnya bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan. Absennya sejumlah pemain kunci menuntut para pemain yang tersisa untuk bekerja ekstra keras guna menjaga level kompetitif tim di lapangan.
"Kami menyadari bahwa kami bukanlah tim dengan kualitas individu paling menonjol di babak play-off ini, namun kami adalah skuad yang mampu menghadirkan energi serta intensitas tinggi di setiap laga," kata pelatih Anderlecht dilansir dari Sporza.
Selain cedera di tengah laga, Anderlecht juga harus kehilangan gelandang box-to-box, Nathan De Cat, yang memaksa staf kepelatihan mengubah skema taktis. Strategi baru pun diterapkan dengan menitikberatkan pada kemampuan teknis pemain di area tengah untuk menambal kekosongan fisik.
"Meskipun usianya masih muda, De Cat memiliki dampak fisik yang besar sebagai pemain box-to-box, sehingga kami berupaya menutupi absennya dengan menempatkan pemain yang lebih teknis di antara lini," papar pihak manajemen Anderlecht dilansir dari Sporza.
Ketegangan di lapangan di bawah kepemimpinan wasit Erik Lambrechts juga membuahkan serangkaian sanksi disiplin bagi kedua tim. Beberapa pemain seperti St. Jago, Maamar, Da Costa, hingga Antonio terpaksa mengantongi kartu kuning akibat intensitas duel yang sangat tinggi.