PORTAL7.CO.ID - Lionel Messi, kapten tim nasional Argentina, dan Federasi Sepakbola Argentina (AFA) baru-baru ini menghadapi gugatan hukum dari promotor acara VID Music Group. Gugatan ini dilayangkan pada Maret 2026 lalu dan terkait dengan absennya Messi dalam pertandingan persahabatan di Miami yang dijadwalkan akhir tahun lalu.
Gugatan yang diajukan di pengadilan lokal tersebut menuduh Messi dan AFA telah melakukan tindakan penipuan serta pelanggaran kontrak. VID Music Group sebelumnya memegang kontrak eksklusif senilai tujuh juta Dolar AS untuk menyelenggarakan dua pertandingan internasional.
Laga persahabatan tersebut mempertemukan tim nasional Argentina melawan Venezuela dan Puerto Rico yang berlangsung pada 10 dan 14 Oktober lalu di Amerika Serikat. Sebagai pemegang kontrak, VID Music Group seharusnya menerima keuntungan finansial dari penjualan tiket, hak siar, dan kerja sama sponsor.
Perjanjian kontrak tersebut juga menyatakan bahwa Messi wajib merumput setidaknya selama 30 menit dalam setiap pertandingan, kecuali jika pemain yang bersangkutan mengalami cedera fisik. Namun, Messi tidak diturunkan saat Argentina menghadapi Venezuela di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, dan hanya berada di bangku suite stadion.
Situasi semakin kontroversial ketika Messi justru bermain membela klubnya, Inter Miami, sehari setelah laga melawan Venezuela tersebut. Ia tampil selama 90 menit dan mencetak dua gol saat mengalahkan Atlanta United 4-0 di Chase Stadium, Fort Lauderdale, di tengah jadwal Major League Soccer dan jeda internasional FIFA yang sering bertabrakan.
"Kehadiran Messi dalam pertandingan sangat penting untuk meningkatkan penjualan tiket dan keuntungan finansial," kata salah satu sumber yang terlibat dalam kasus ini, dilansir dari ESPN.
VID Music Group mengklaim telah mengalami kerugian jutaan Dolar AS akibat absennya Messi di satu laga dan buruknya penjualan tiket di pertandingan lainnya. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Lionel Messi maupun AFA menanggapi gugatan hukum yang sedang berjalan di pengadilan lokal tersebut.
Kasus ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang kontrak dan kepatuhan pemain dalam pertandingan internasional. Apakah Messi dan AFA dapat membela diri atas tindakan mereka, atau apakah VID Music Group akan mendapatkan haknya atas kerugian yang dialami?
Dalam beberapa minggu mendatang, kita dapat mengharapkan perkembangan lebih lanjut dalam kasus ini, termasuk pernyataan resmi dari pihak-pihak yang terlibat dan kemungkinan putusan pengadilan.