PORTAL7.CO.ID - Sebuah video yang merekam momen di kawasan Jalur Trekking Sentul, yang juga dikenal sebagai Bukit Paniisan di Kabupaten Bogor, belakangan ini menyebar luas di berbagai platform media sosial. Video tersebut memicu perbincangan hangat karena diduga menampilkan adanya praktik pungutan liar (Pungli) kepada pengunjung.

Isu pungli ini otomatis menarik perhatian publik dan menimbulkan spekulasi mengenai tata kelola di destinasi wisata alam tersebut. Menanggapi kegaduhan yang terjadi di jagat maya, pihak pengelola segera memberikan klarifikasi resmi.

Pengelola Bukit Paniisan, yang bernama Ismail, angkat bicara untuk meluruskan narasi yang berkembang. Ia menyatakan bahwa rekaman yang beredar luas tersebut tidak menggambarkan aksi pemalakan seperti yang diduga banyak orang.

Menurut Ismail, situasi yang terekam dalam video tersebut sebenarnya adalah upaya petugas untuk mengarahkan pengunjung. Mereka berupaya memastikan setiap wisatawan memasuki area wisata melalui prosedur yang benar.

"Kata dia, petugas sedang mengarahkan pengunjung agar masuk ke dalam wisata Bukit Paniisan melewati jalur tiket resmi," demikian pernyataan yang disampaikan oleh Ismail, pengelola Bukit Paniisan.

Dilansir dari bogorplus.id, pernyataan ini bertujuan meredam kesalahpahaman yang timbul dari potongan video yang beredar tanpa konteks lengkap. Pengelola menekankan pentingnya kepatuhan terhadap alur masuk yang sudah ditetapkan.

Pihak pengelola menegaskan bahwa tindakan petugas tersebut merupakan bagian dari prosedur operasional standar. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan administrasi karcis masuk di area wisata tersebut.

Dengan klarifikasi ini, pengelola berharap masyarakat dapat memahami konteks sebenarnya dari video yang sempat viral tersebut. Fokus utama petugas adalah mengarahkan pengunjung menuju loket tiket resmi Bukit Paniisan.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Bogorplus. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.