PORTAL7.CO.ID - Perdagangan di bursa saham Amerika Serikat pada hari Kamis, 24 April 2026, ditutup dengan tren pelemahan signifikan pada indeks-indeks utama. Koreksi ini terjadi setelah sebelumnya sempat mencatatkan level tertinggi dalam sesi perdagangan tersebut.
Pemicu utama dari penurunan ini adalah adanya kekhawatiran pasar global yang meningkat tajam. Sentimen negatif ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Secara spesifik, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz menjadi faktor dominan yang mendorong investor untuk mengambil posisi jual. Peristiwa ini menciptakan ketidakpastian di pasar energi dan perdagangan global.
Data dari pasar menunjukkan bahwa indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,41 persen pada penutupan hari itu. Indeks tersebut mengakhiri sesi perdagangan di level 7.108,40.
Sementara itu, indeks yang berorientasi pada sektor teknologi, Nasdaq Composite, mencatatkan koreksi yang lebih dalam. Nasdaq Composite merosot hingga 0,89 persen, berakhir di posisi 24.438,50.
Indeks Dow Jones Industrial Average juga tidak luput dari tekanan jual yang terjadi. Dow Jones kehilangan sebanyak 179,71 poin, yang setara dengan pelemahan 0,36 persen dari penutupan sebelumnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average akhirnya menutup sesi perdagangan di angka 49.310,32, menandai berakhirnya reli yang sempat dibangun pada awal hari. Hal ini mengindikasikan adanya sentimen hati-hati di kalangan investor besar.
Kekecewaan terhadap kinerja beberapa saham teknologi turut memperparah situasi pasar secara keseluruhan. Sektor teknologi, yang sering menjadi penopang kenaikan indeks, justru memberikan kontribusi negatif pada hari itu.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, pelemahan ini menandakan bahwa isu-isu geopolitik memiliki dampak langsung dan cepat terhadap valuasi aset keuangan global. Investor cenderung memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman saat terjadi ketidakstabilan.