PORTAL7.CO.ID - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) telah resmi membuka proses pendaftaran bagi pemuda-pemudi terbaik bangsa untuk bergabung dalam program bergengsi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) tahun 2026. Program ini dirancang untuk mengirimkan peserta terpilih ke berbagai wilayah di Indonesia, dengan fokus penempatan di daerah terpencil seperti Papua.
Dilansir dari Detikcom, program TEP 2026 ini memberikan kesempatan untuk mengabdi langsung dalam upaya memajukan pembangunan di wilayah sasaran transmigrasi. Para peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan pengalaman lapangan yang intensif selama kurang lebih empat bulan penuh.
Adapun manfaat yang ditawarkan bagi peserta TEP 2026 sangat menarik, mencakup kesempatan memperoleh beasiswa S2, tunjangan uang saku, serta pengembangan kemampuan soft skill yang relevan. Selain itu, mereka juga berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan penempatan.
Program TEP 2026 merupakan implementasi strategis Kementrans yang berlandaskan pada mandat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan memperkuat upaya riset dan pembangunan berkelanjutan di kawasan-kawasan transmigrasi.
Dalam menjalankan program ini, Kementrans menjalin kemitraan strategis dengan sepuluh perguruan tinggi ternama di Indonesia. Institusi tersebut meliputi Universitas Indonesia, UGM, ITB, IPB University, Unpad, Unair, Unhas, ITS, UB, dan Undip, guna memastikan kualitas riset yang dihasilkan optimal.
Fokus kegiatan riset peserta TEP 2026 mencakup sebelas tema prioritas yang telah ditetapkan oleh kementerian. Tema-tema ini meliputi isu krusial seperti tata kelola agraria, infrastruktur dasar, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga upaya hilirisasi industri dan digitalisasi.
Total kuota yang dialokasikan untuk program TEP tahun 2026 ini adalah sebanyak 1.458 orang peserta. Mereka akan ditempatkan di 41 Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional, dengan sepuluh kawasan berada di Pulau Papua, dan dua kawasan prioritas lainnya ditetapkan oleh kementerian.
Pendaftaran dibuka untuk dua posisi utama, yaitu Ketua Tim dan Anggota Tim, di mana masing-masing memiliki kriteria persyaratan yang berbeda dan spesifik. Calon Ketua TEP harus memenuhi kualifikasi pendidikan minimal S2, memiliki kesehatan prima, serta telah menghasilkan publikasi ilmiah internasional bereputasi.
"Ketua tim juga disyaratkan pernah memimpin tim riset minimal dua kali dan pernah menerima hibah penelitian nasional atau internasional," berdasarkan persyaratan yang ditetapkan. Selain itu, integritas tinggi serta kemampuan komunikasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi nilai tambah yang akan dinilai dalam seleksi.