PORTAL7.CO.ID - Catherine Trautmann, seorang tokoh sosialis yang memiliki rekam jejak politik panjang di Prancis, berhasil merebut kembali kursi Wali Kota Strasbourg pada hari Minggu, 22 Maret 2026. Kemenangan ini merupakan kembalinya ia ke jabatan yang pernah dipegangnya, setelah absen selama seperempat abad.

Pada usianya yang mencapai 75 tahun, Trautmann, yang pernah menjabat sebagai Menteri Kebudayaan di era pemerintahan Lionel Jospin, mengamankan masa jabatan enam tahun berikutnya. Menurut perkiraan awal, ia memenangkan pemilihan tersebut dengan mengantongi sekitar 37% suara.

Persaingan ketat terjadi di antara para kandidat utama, di mana Wali Kota petahana dari partai Hijau, Jeanne Barseghian, hanya meraih 32% suara. Sementara itu, kandidat dari partai LR, Jean-Philippe Vetter, memperoleh hasil yang hampir sama, yakni 31%.

Trautmann, yang dikenal memiliki keteguhan hati, mengandalkan nama besarnya serta pengalaman puluhan tahun dalam kampanyenya. Ia bahkan telah mendeklarasikan diri sebagai kandidat pada bulan Desember, jauh sebelum mendapatkan restu resmi dari lembaga Partai Sosialis (PS).

Keputusan strategisnya untuk bersekutu dengan kandidat Horizons, Pierre Jakubowicz, yang sebelumnya meraih 5,01% suara di putaran pertama, menuai kritik dari Sekretaris Pertama PS, Olivier Faure.

Mengenai aliansi tersebut, Trautmann menegaskan prioritasnya selama masa kampanye. "Saya membuat aliansi dengan warga Strasbourg terlebih dahulu," tegasnya, seraya menekankan "kebebasannya" dan menegaskan bahwa tindakannya hanya didorong oleh kepentingan kotanya, yang ia nilai telah "dirusak" oleh mayoritas partai Hijau yang sedang berkuasa.

Lahir pada 15 Januari 1951 dari orang tua berlatar belakang Protestan, Trautmann memiliki latar belakang akademis yang unik sebagai lulusan teologi dengan spesialisasi di bidang Koptik kuno.

Karier politiknya dimulai sejak tahun 1983 setelah bergabung dengan dewan kota, sebelum akhirnya menjadi anggota parlemen untuk Bas-Rhin dan sempat menjadi sekretaris negara di pemerintahan Michel Rocard pada 1988.

Satu tahun kemudian, ia membuat kejutan besar dengan memenangkan kursi wali kota Strasbourg, sebuah wilayah yang secara tradisional dikuasai oleh sayap kanan. Pada usia 38 tahun, ia menjadi wanita pertama yang memimpin ibu kota regional tersebut.