PORTAL7.CO.ID - Perkembangan pesat teknologi digital telah membawa serta sejumlah perubahan perilaku psikologis di masyarakat Indonesia. Salah satu fenomena yang semakin sering teridentifikasi adalah Fear of Missing Out, atau yang lebih dikenal secara populer sebagai FOMO.
Kondisi ini seringkali dipicu oleh paparan konstan terhadap unggahan aktivitas dan pencapaian orang lain di berbagai platform media sosial. Perasaan gelisah yang timbul akibat perbandingan sosial inilah yang menjadi inti dari munculnya FOMO.
Jika tidak diantisipasi dan dikelola dengan bijak, kecenderungan psikologis ini dapat menimbulkan konsekuensi serius. Dampaknya tidak hanya terbatas pada aspek mental, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas finansial seseorang.
Secara definisi, FOMO merupakan kondisi kecemasan intens atau rasa takut yang mendalam bahwa seseorang sedang tertinggal dari informasi penting, tren terbaru, atau kegiatan menyenangkan yang sedang dinikmati oleh orang lain.
Fenomena ini biasanya menguat ketika individu menyaksikan kesuksesan atau momen kebersamaan orang lain di linimasa digital mereka. Hal ini kemudian memunculkan persepsi bahwa dirinya terasing atau tidak menjadi bagian dari momen berharga tersebut.
Dilansir dari bogorplus.id, fenomena psikologis ini kian marak dialami masyarakat di tengah pesatnya perkembangan era digital saat ini. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak terkait.
"Perasaan gelisah saat melihat unggahan aktivitas orang lain di media sosial sering kali menjadi pemicu utama kondisi ini," demikian pernyataan yang menggarisbawahi akar masalah dari FOMO.
Lebih lanjut, "Jika tidak disikapi dengan bijak, FOMO berpotensi mengganggu kesehatan mental hingga stabilitas finansial seseorang," menggarisbawahi urgensi penanganan terhadap dampak negatifnya.
"FOMO merupakan perasaan cemas atau takut tertinggal akan informasi, tren, maupun aktivitas menarik yang sedang dilakukan orang lain," jelas definisi inti dari kondisi psikologis yang sedang dibahas ini.