PORTAL7.CO.ID - PT Jasa Marga mengambil langkah proaktif dalam memfasilitasi kelancaran arus mudik tahun ini dengan menyediakan teknologi pemantauan terkini bagi para pengguna jalan tol. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih akurat dan transparan mengenai kondisi lalu lintas di jaringan jalan tol milik grup tersebut.
Salah satu fasilitas utama yang disediakan adalah akses langsung ke kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di berbagai ruas tol yang dikelola oleh Jasa Marga Group. Selain itu, tersedia pula fitur pencarian rute atau route finder melalui aplikasi resmi mereka, Travoy (Traffict Traveling).
Ria Marlinda Paalo, selaku Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang untuk memberikan pemantauan kondisi jalan tol secara langsung atau real time. Hal ini sangat krusial bagi pemudik yang ingin memprediksi kepadatan sebelum memasuki tol.
Aplikasi Travoy kini dilengkapi dengan fitur navigasi canggih yang dapat membantu pengguna jalan dalam menghitung estimasi waktu tempuh perjalanan mereka. Informasi ini diharapkan dapat membantu pemudik mengatur jadwal keberangkatan dengan lebih efektif.
Fitur baru yang disebut "route finder" ini memungkinkan pemudik untuk merencanakan perjalanan secara menyeluruh hingga mencapai titik tujuan akhir. Fitur ini juga menampilkan informasi mengenai estimasi tarif tol yang harus dibayarkan.
"Fitur 'route finder' itu salah satu fitur yang memang dirilis saat ini, yang bisa digunakan pengguna jalan untuk dapat memperkirakan gerbang tol mana saja yang akan dilalui, berapa tarif yang akan dikeluarkan sehingga memberikan informasi secara utuh kepada pengguna jalan," ujar Ria Marlinda Paalo.
Selain peningkatan teknologi, Jasa Marga sebelumnya juga telah mengeluarkan imbauan penting terkait waktu puncak kepadatan. Pemudik dianjurkan untuk menghindari melintasi Tol Jakarta-Cikampek pada jam favorit tertentu.
Jam favorit yang dimaksud adalah periode antara pukul 06.00 hingga 16.00 WIB, yang secara historis cenderung mengalami peningkatan volume kendaraan signifikan. Imbauan ini merupakan bagian dari upaya manajemen lalu lintas antisipatif.
Data menunjukkan adanya lonjakan volume kendaraan yang signifikan menjelang periode puncak mudik. Ria Marlinda Paalo mengungkapkan bahwa pergerakan kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama telah mengalami peningkatan drastis.