PORTAL7.CO.ID - Dra. Sitti Dahlia Azis, yang dikenal sebagai Penggerak Literasi Daerah (PLD) Nasional 2025, membagikan pandangannya mengenai standar kualitas dalam dunia penulisan. Ia menekankan bahwa sebuah karya adalah cerminan sejati dari pemikiran dan perasaan penulisnya.

Menurutnya, fokus utama dalam kegiatan menulis seharusnya tertuju pada kedalaman isi dan kejujuran gagasan yang disampaikan. Hal ini jauh lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah publikasi yang banyak.

"Setiap karya tulisan merupakan cerminan otentik dari hati dan pikiran penulis," tegas Dra. Sitti Dahlia Azis, menyoroti nilai personal di balik setiap naskah.

Ia melanjutkan bahwa inti dari proses menulis terletak pada upaya menjaga kejelasan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Integritas substansi menjadi tolok ukur utama yang harus dipertahankan oleh setiap penulis.

Pengalaman pribadi Azis menjadi bukti nyata pentingnya proses verifikasi yang mendalam dalam ekosistem literasi. Naskah solonya yang berjudul Senandung Pucuk Pinus sempat melalui tahapan seleksi yang ketat.

Proses seleksi tersebut dilakukan secara rinci oleh pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulsel. Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya ketelitian dan kesabaran dalam validasi sebuah karya.

"Esensi menulis terletak pada penjagaan kejernihan makna dan integritas substansi, bukan sekadar kuantitas terbitan," ujar Dra. Sitti Dahlia Azis, menekankan prioritas kualitas di atas kuantitas.

Pengalaman verifikasi ketat tersebut, dilansir dari JABARONLINE.COM, mengajarkan nilai fundamental terkait prosedur seleksi karya literasi. Ketelitian menjadi kunci dalam menjamin mutu produk literasi yang dihasilkan daerah.

Azis menyimpulkan bahwa proses seleksi yang komprehensif adalah bagian tak terpisahkan dari upaya membangun ekosistem literasi daerah yang kuat dan berintegritas tinggi.