PORTAL7.CO.ID - Sebuah gebrakan inovatif muncul dari lingkungan warga di RT 05 RW 05, Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Mereka berhasil mengoperasikan sistem keamanan digital yang dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat setempat.
Sistem canggih ini tidak hanya menyediakan fitur keamanan dasar, tetapi juga terintegrasi dengan jaringan pengeras suara lingkungan. Tujuannya adalah untuk memastikan respons cepat terhadap segala bentuk kondisi darurat yang mungkin terjadi di wilayah tersebut.
Infrastruktur pendukung sistem ini mencakup pemasangan enam unit kamera CCTV dan enam unit pengeras suara toa di berbagai titik strategis pemukiman. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen warga dalam meningkatkan keamanan lingkungan mereka.
Pengembangan sistem ini dilakukan sepenuhnya atas inisiatif warga sendiri dan didanai oleh iuran swadaya masyarakat. Ketua RT 05 RW 05, Adi Aminoto, membeberkan bahwa total modal yang dihabiskan untuk pembangunan seluruh infrastruktur ini hanya sekitar Rp 5 juta.
Dana tersebut dialokasikan secara rinci untuk pengadaan perangkat keras penting, seperti PC, proyektor, mixer, dan instalasi kabel pendukung sistem. Ini menunjukkan efisiensi penggunaan anggaran yang sangat baik dalam proyek komunitas ini.
"Ini murni inisiatif warga. Kami ingin mengantisipasi sebelum terjadi sesuatu, sehingga warga sudah siap ketika ada kondisi darurat," kata Adi Aminoto, selaku Ketua RT 05 RW 05.
Salah satu fitur unggulan dari sistem baru ini adalah aplikasi bernama Panic Button yang terhubung langsung dengan GPS, surat elektronik, dan grup koordinasi pengurus wilayah. Ketika tombol darurat ini ditekan oleh warga, sirine pada pengeras suara lingkungan akan otomatis berbunyi sebagai tanda bahaya.
Adi Aminoto menjelaskan bagaimana fitur ini meningkatkan efektivitas dibandingkan metode tradisional dalam merespons situasi genting. "Kalau dulu menggunakan kentongan, sekarang kami buat lebih efektif dengan panic button. Warga tidak perlu keluar rumah saat ada orang mencurigakan. Cukup tekan tombol di aplikasi, warga lain langsung mengetahui lokasi yang membutuhkan bantuan," jelas Adi Aminoto, Ketua RT 05 RW 05.
Selain fokus pada keamanan kriminalitas, warga juga mengembangkan aplikasi pendukung bernama 'Seismik Gayam Siaga'. Aplikasi ini dirancang untuk memantau data peringatan dini dari server Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).