PORTAL7.CO.ID - Kondisi harga berbagai kebutuhan pokok di Pasar Cibinong menunjukkan tren stabil pasca perayaan Idul Fitri tahun 2026. Stabilitas harga ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang baru saja menyelesaikan periode hari raya besar.
Meskipun demikian, fokus pengawasan kini bergeser pada isu ketersediaan komoditas yang mendapatkan subsidi dari pemerintah. Komoditas seperti beras SPHP dan minyak goreng merek "Minyak Kita" menjadi sorotan utama dalam pantauan pasar.
Direktur Umum Perumda Pasar Tohaga, M. Zakie Hanifan, mengambil langkah proaktif untuk memantau langsung kondisi di lapangan. Beliau melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan rantai distribusi berjalan lancar.
Menyingkap Keindahan Tersembunyi: Panduan Eksplorasi 10 Air Terjun Eksotis di Kabupaten Bogor
Sidak tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 30 Maret, di area Pasar Cibinong. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi masalah pasokan menjelang periode normalisasi aktivitas ekonomi pasca-Lebaran.
Dilansir dari bogorplus.id, stabilitas harga secara umum terkonfirmasi, namun tantangan distribusi komoditas bersubsidi tetap menjadi prioritas pengawasan. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan reguler terkendali baik.
Mengenai temuan di lapangan, M. Zakie Hanifan menyampaikan pentingnya memastikan masyarakat dapat mengakses hak mereka atas bahan pokok bersubsidi. Ketersediaan menjadi kunci utama untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Ketersediaan komoditas bersubsidi seperti beras SPHP dan minyak goreng 'Minyak Kita' justru menjadi perhatian utama," ujar M. Zakie Hanifan, menekankan bahwa fokus sidak adalah pada barang-barang dengan harga yang diatur pemerintah.
Inspeksi ini diharapkan dapat mendorong distributor dan pedagang untuk menjaga alokasi stok sesuai ketentuan yang berlaku. Perumda Pasar Tohaga berkomitmen menjaga transparansi harga pasca-Lebaran.