Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat di Provinsi Bengkulu mulai merasakan lonjakan harga pada sejumlah komoditas pangan utama. Kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada komoditas daging ayam potong di berbagai pasar tradisional setempat. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi warga yang tengah mempersiapkan kebutuhan pangan harian mereka.
Saat ini, harga daging ayam potong di pasaran telah menyentuh angka signifikan yakni mencapai Rp45.000 per kilogram. Kenaikan ini dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga normal pada pekan-pekan sebelumnya. Meskipun terjadi kenaikan harga, ketersediaan stok di tingkat pedagang terpantau masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menanggapi fenomena tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memantau situasi terkini. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, memimpin inspeksi mendadak ke Pasar Minggu guna melihat kondisi riil di tingkat pedagang. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi seluruh warga.
Herwan Antoni menyatakan bahwa secara umum harga bahan pokok di Bengkulu sebenarnya masih berada dalam kategori stabil. Namun, ia tidak menampik adanya kenaikan pada beberapa komoditas tertentu yang memang kerap mengalami fluktuasi menjelang hari besar. Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada awak media di sela-sela kegiatan pemantauan pasar pada Sabtu (14/2/2026).
Selain daging ayam, beberapa komoditas lain seperti minyak goreng dan cabai juga dilaporkan mengalami sedikit kenaikan harga. Walaupun ada peningkatan, Herwan menegaskan bahwa harga beras di wilayah tersebut masih relatif stabil dan terkendali dengan baik. Harga daging sapi juga terpantau normal tanpa ada lonjakan yang berarti menjelang memasuki bulan puasa.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawasi rantai distribusi pangan guna mencegah adanya spekulasi harga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Koordinasi dengan instansi terkait terus diperkuat untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga dengan optimal. Pemantauan rutin akan terus dilakukan secara berkala hingga memasuki masa hari raya Idulfitri mendatang.
Dengan adanya pemantauan intensif ini, diharapkan fluktuasi harga bahan pokok dapat segera diredam dan kembali stabil seperti sediakala. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau tindakan penimbunan barang. Kesetabilan harga menjadi prioritas utama pemerintah demi kelancaran ibadah Ramadan bagi seluruh umat Muslim di Bengkulu.