PORTAL7.CO.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup sesi perdagangan akhir pekan pada hari Jumat, 13 Maret 2026, dengan catatan yang kurang menyenangkan bagi para pelaku pasar modal. Pada hari itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan yang cukup dalam sebagai penutup minggu.
Pelemahan agregat IHSG tercatat mencapai angka 3,05 persen dari posisi penutupan sebelumnya. Angka persentase tersebut menunjukkan sentimen negatif yang kuat mendominasi pergerakan saham sepanjang hari perdagangan terakhir pekan tersebut.
Secara poin absolut, koreksi yang dialami oleh IHSG setara dengan terkoreksinya indeks sebanyak 224,904 poin. Penurunan tajam ini tentu memberikan tekanan psikologis yang besar bagi para investor ritel maupun institusional.
Kondisi pasar yang memburuk ini terjadi saat penutupan sesi perdagangan hari Jumat, yang biasanya menjadi penentu arah pergerakan pasar menjelang akhir pekan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan berlanjutnya volatilitas di awal pekan berikutnya.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, pelemahan signifikan ini menjadi sorotan utama di tengah perkembangan pasar global yang turut memengaruhi sentimen domestik. Investor merasakan guncangan nyata pada portofolio mereka di hari yang dikenal angker tersebut.
Pergerakan indeks yang negatif ini menandakan adanya aksi jual yang masif menjelang akhir jam perdagangan. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual jauh lebih dominan dibandingkan dengan upaya beli yang dilakukan oleh investor sepanjang hari itu.
Meskipun demikian, detail spesifik mengenai sektor mana yang paling tertekan dan pemicu utama aksi jual belum terperinci dalam laporan awal penutupan tersebut. Fokus utama adalah pada besaran koreksi yang dicapai oleh IHSG.
Para analis pasar modal kini tengah mencermati potensi reaksi pasar pada pembukaan sesi selanjutnya, menyusul koreksi tajam yang terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026. Mereka berupaya mengidentifikasi faktor-faktor jangka pendek yang mendorong aksi jual tersebut.