Generasi muda Indonesia kini menghadapi epidemi senyap berupa peningkatan drastis gaya hidup sedentari atau minim gerak. Perubahan pola aktivitas sehari-hari ini menjadi pemicu utama berbagai masalah kesehatan kronis yang seharusnya baru muncul di usia senja.

Data menunjukkan korelasi kuat antara waktu duduk yang panjang dengan peningkatan risiko sindrom metabolik. Kondisi ini mencakup obesitas sentral, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular yang kini semakin sering didiagnosis pada usia produktif.

Adopsi teknologi digital dan masifnya penggunaan gawai menjadi faktor dominan yang mengikat kaum muda pada posisi statis. Selain itu, keterbatasan ruang gerak di perkotaan besar dan tren belajar daring turut memperburuk kecenderungan kurangnya aktivitas fisik terstruktur.