PORTAL7.CO.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengumumkan strategi menarik untuk melayani lonjakan penumpang menjelang Hari Raya Idulfitri tahun 2026. Langkah ini berupa program flash sale tiket kereta api yang ditujukan untuk memberikan alternatif transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Penawaran istimewa ini mencakup beragam pilihan kelas layanan, mulai dari kelas ekonomi hingga kelas premium seperti panoramic. Tujuannya jelas, yakni mendorong masyarakat untuk memanfaatkan moda transportasi umum yang dikenal efisien dan tepat waktu saat musim mudik.
Selain skema flash sale, KAI juga meluncurkan program tambahan berupa potongan harga signifikan hingga 30 persen melalui skema Promo Mudik. Diskon ini berlaku untuk rute perjalanan kereta api tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Program promo ini menetapkan tarif datar (flat) yang berlaku untuk beberapa kelas layanan, selama kuota yang disediakan oleh KAI masih tersedia. Informasi mengenai rincian harga dan ketersediaan tiket dapat diakses oleh calon penumpang.
Calon penumpang perlu memperhatikan jadwal transaksi yang sangat ketat untuk mengikuti flash sale ini. Pembelian harus dilakukan melalui aplikasi resmi KAI pada tanggal 9 Maret 2026, spesifik antara pukul 16.30 hingga 17.30 WIB.
Tiket yang dibeli melalui mekanisme flash sale ini berlaku untuk jadwal keberangkatan periode 9 hingga 20 Maret 2026. Namun, untuk layanan eksklusif seperti Priority, Imperial, dan Panoramic, keberangkatan baru dapat dilakukan mulai 11 hingga 20 Maret 2026.
Perlu dicatat bahwa penawaran spesial ini tidak mencakup kelas Luxury dan Compartment, serta tidak bisa digabungkan dengan reduksi atau diskon lainnya yang sedang berjalan. Meskipun demikian, tiket tersebut tetap tunduk pada aturan pembatalan yang berlaku.
KAI juga menyediakan opsi diskon 30 persen yang dapat diakses melalui seluruh kanal penjualan resmi mitra KAI pada tanggal yang sama, yaitu 9 Maret 2026. Diskon ini berlaku untuk periode perjalanan dari 9 hingga 20 Maret 2026.
Diskon 30 persen tersebut tidak berlaku bagi layanan kereta wisata, compartment, maupun kelas luxury. Hal ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan aksesibilitas transportasi yang lebih ekonomis menjelang libur panjang.