JABARONLINE.COM, Jakarta,– Menjelang peringatan Hari Pers 2026, kondisi industri media di Indonesia dinilai sedang tidak baik-baik saja. Sepanjang 2025, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) wartawan di sejumlah perusahaan media arus utama menjadi sorotan utama, sekaligus menandai rapuhnya pers sebagai pilar demokrasi.
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2023-2025 sekaligus pendiri Forum Wartawan Kebangsaan (FWK), Hendry Ch Bangun, menyebut pers saat ini berada dalam situasi genting.
“Pers berada di tahun vivere pericoloso, nafasnya sudah di leher. Dibutuhkan terobosan agar pers kembali menjadi pilar utama demokrasi,” ujarnya.