PORTAL7.CO.ID - Liverpool harus merelakan langkah mereka terhenti di babak perempat final Liga Champions setelah menelan kekalahan pahit di kandang sendiri. Bertanding di Stadion Anfield pada Selasa (14/4/2026) malam waktu setempat, tim asuhan Arne Slot tunduk 0-2 dari raksasa Prancis, Paris Saint-Germain.
Hasil ini memastikan The Reds tersingkir dengan agregat telak 0-4, sebuah catatan yang menuntut evaluasi mendalam bagi manajemen tim. Kekalahan ini dilansir dari laporan pertandingan yang menyoroti kegagalan strategi tuan rumah dalam membendung skema serangan balik cepat lawan.
"Eksperimen taktik yang dilakukan Arne Slot dengan memasang Alexander Isak sebagai starter menjadi salah satu penyebab utama kegagalan ritme permainan tim," ujar Putra dalam laporannya. Keputusan tersebut dinilai terlalu berisiko mengingat Isak baru saja pulih dari cedera patah kaki yang cukup serius.
Selama berada di lapangan, pemain asal Swedia tersebut terlihat kesulitan mengimbangi kecepatan pertandingan dan hanya mencatatkan lima kali sentuhan bola. Kondisi fisik yang belum prima membuatnya harus segera digantikan saat jeda babak pertama untuk menghindari risiko cedera yang lebih parah.
Selain masalah efektivitas lini serang, Liverpool juga harus kehilangan Hugo Ekitike yang mengalami cedera pada babak pertama. Kehilangan penyerang tersebut semakin mempersempit opsi strategi Slot dalam upaya mengejar ketertinggalan agregat yang cukup jauh dari tim tamu.
PSG sendiri tampil sangat klinis melalui dua gol kemenangan yang diborong oleh Ousmane Dembele pada babak kedua. Pemain asal Prancis tersebut memanfaatkan skema serangan balik kilat dan penyelesaian akhir jarak dekat yang akurat untuk mengunci kemenangan Les Parisiens.
Padahal, lini pertahanan Liverpool yang dikomandoi oleh Virgil van Dijk sempat tampil solid dan memberikan perlawanan sengit di awal laga. Van Dijk bahkan hampir membuka keunggulan melalui sundulan tajam, namun bola berhasil diselamatkan tepat di garis gawang oleh kapten PSG, Marquinhos.
Di sektor tengah, Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai berupaya keras menginisiasi serangan dengan pergerakan yang sangat dinamis. Namun, pertahanan disiplin yang diterapkan skuad asuhan Luis Enrique membuat setiap upaya pemain tengah Liverpool selalu menemui jalan buntu.
"Masuknya pemain muda Rio Ngumoha pada menit ke-68 sempat memberikan harapan baru lewat tendangan rendahnya yang hampir membuahkan hasil bagi tuan rumah," kata Putra dalam ulasannya. Meski memberikan energi tambahan, efektivitas serangan PSG tetap menjadi pembeda utama dalam pertandingan malam itu.