PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Republik Indonesia secara aktif memantau pergerakan kendaraan selama periode arus balik Lebaran tahun 2026 untuk menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat. Pemantauan intensif ini melibatkan pejabat tinggi negara untuk memastikan semua sistem berjalan optimal pasca-mudik.

Pada hari Rabu, 25 Maret 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menko PMK Pratikno, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan tinjauan langsung di lapangan. Aksi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengawasi langsung dinamika lalu lintas kepulangan.

Pengawasan dilakukan secara real time melalui sistem terintegrasi di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), didukung laporan dari petugas posko, dan koordinasi erat antar berbagai instansi terkait. Tujuan utamanya adalah meminimalisir hambatan dan menjaga ketertiban di jalan tol.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi tinggi atas kerjasama masyarakat yang dinilai sangat baik selama masa mudik berlangsung. Hal ini berdampak positif pada penurunan drastis tingkat insiden di jalan raya.

"Dalam pelaksanaan angkutan mudik dan balik yang senantiasa mematuhi arahan petugas di lapangan hingga tingkat kecelakaan menurun, harapan kami angka kecelakaan dan fatalitas terus menurun," kata Dudy dalam keterangan resmi, dilansir dari Kompas.com.

Pemerintah mendorong masyarakat untuk mengatur strategi perjalanan mereka, termasuk memanfaatkan skema Work From Anywhere (WFA) dan diskon tarif tol yang telah disiapkan. Kebijakan ini diharapkan mampu mendistribusikan volume kendaraan agar tidak menumpuk pada satu waktu.

Terkait pembatasan kendaraan berat, Dudy mengingatkan bahwa Surat Keputusan Bersama mengatur larangan melintas bagi kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih hingga tanggal 29 Maret 2026. Regulasi ini penting untuk menjaga kapasitas jalan saat puncak arus balik.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, melaporkan bahwa puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 mencapai volume tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 270.000 kendaraan. Meskipun demikian, pengendalian arus balik tahap pertama pada 24 Maret berjalan sesuai rencana.

"Perjalanan selama arus mudik berjalan dengan baik meskipun puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 lalu mencapai 270.000 yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah," ujar Rivan.