PORTAL7.CO.ID - Kompetisi sepak bola tertua di dunia, Piala FA, telah memasuki fase penentuan dengan hanya menyisakan empat tim yang akan bertarung di Stadion Wembley. Fase semifinal ini mempertemukan tiga klub dari Premier League dan satu tim kejutan dari Championship.

Pertarungan krusial ini akan menentukan dua tim mana yang berhak melaju ke partai puncak untuk memperebutkan gelar bergengsi tersebut. Jadwal yang telah ditetapkan mempertemukan Chelsea melawan Leeds, dan Manchester City akan berhadapan langsung dengan Southampton.

Dilansir dari Detik Sport, Southampton muncul sebagai satu-satunya perwakilan dari divisi kedua yang berhasil menembus babak semifinal. Mereka berupaya keras untuk menggoyahkan dominasi klub-klub elite Inggris dalam turnamen ini.

Langkah Southampton diprediksi akan sangat berat karena mereka harus menghadapi Manchester City, yang datang dengan performa sangat meyakinkan. Manchester City asuhan Pep Guardiola belum terkalahkan dalam kompetisi domestik sepanjang tahun ini.

Manchester City juga telah mengamankan trofi Piala Liga Inggris dan saat ini masih memimpin klasemen sementara Liga Inggris. Modal kepercayaan diri ini membuat mereka menjadi favorit kuat untuk melaju ke final Piala FA.

Meskipun terdapat perbedaan kualitas skuat yang cukup signifikan antara kedua tim, City tetap dituntut untuk waspada. Hal ini dikarenakan Southampton sebelumnya berhasil menyingkirkan Arsenal pada babak perempat final, menunjukkan potensi kejutan mereka.

Sementara itu, Chelsea menjadikan trofi Piala FA sebagai kesempatan terakhir untuk menyelamatkan musim mereka yang dinilai sangat mengecewakan. Gejolak di internal klub semakin memanas menyusul keputusan manajemen memberhentikan Liam Rosenior dari kursi kepelatihan.

Kini, tanggung jawab besar diemban oleh pelatih sementara, Calum McFarlane, yang ditugaskan untuk memimpin tim melaju ke partai puncak. Namun, lawan mereka, Leeds United, siap memberikan perlawanan sengit dan berambisi menciptakan kejutan besar di semifinal ini.

Dilansir dari Detik Sport, Southampton menjadi satu-satunya tim divisi kedua yang mencoba merusak dominasi klub-klub papan atas Inggris.