PORTAL7.CO.ID - Pertandingan sengit tersaji di Stadion Romeo Menti saat tuan rumah Juve Stabia menjamu Catanzaro dalam lanjutan kompetisi Serie B musim 2025/2026. Laga yang berlangsung pada Sabtu (18/4/2026) malam waktu setempat tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1.

Dilansir dari sport.virgilio.it, Juve Stabia sempat memimpin lebih dulu melalui aksi Mosti yang mencetak gol pembuka pada menit ke-18. Namun, kemenangan tuan rumah yang sudah di depan mata sirna setelah Federico Di Francesco mencetak gol balasan untuk Catanzaro saat laga menyisakan dua menit di waktu normal.

Hasil imbang ini membuat posisi kedua tim di papan klasemen tidak mengalami perubahan signifikan setelah melakoni total 34 pertandingan. Catanzaro tetap bertahan di peringkat kelima dengan koleksi 56 poin, sementara Juve Stabia tertahan di posisi ketujuh dengan raihan 49 poin.

Laga ini berjalan di bawah bayang-bayang krisis administrasi yang tengah melanda kubu tuan rumah terkait isu keterlambatan pembayaran gaji pemain. Pelatih Juve Stabia, Ignazio Abate, sebelumnya telah mengingatkan anak asuhnya mengenai urgensi pertandingan krusial ini di tengah masalah internal klub.

"Pertandingan ini memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar perebutan tiga poin biasa di lapangan hijau," ujar Ignazio Abate selaku Pelatih Juve Stabia.

Abate juga memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen para pemainnya yang tetap menunjukkan profesionalisme meski manajemen operasional klub sedang tidak stabil. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen tim tetap fokus memberikan yang terbaik untuk menjaga kehormatan klub di hadapan pendukungnya.

"Kami semua merasakan tanggung jawab yang sangat besar terhadap seluruh basis penggemar dan suporter klub ini," kata Ignazio Abate.

Di tengah situasi sulit tersebut, sang pelatih berharap dukungan penuh dari suporter dapat menjadi energi tambahan bagi para pemain di sisa musim. Ia meyakini bahwa berbagai tantangan yang dihadapi klub saat ini justru bisa menjadi faktor yang menyatukan seluruh elemen tim menjadi lebih kuat.

"Alangkah indahnya jika kita semua bisa bersatu dalam sebuah pelukan, karena berbagai permasalahan yang ada seharusnya bisa membuat kita semakin kompak," ucap Ignazio Abate.