PORTAL7.CO.ID - Duel sengit antara Internacional dan São Paulo pada Rabu malam (1/4) waktu Brasil, yang berlangsung di Stadion Beira-Rio, Porto Alegre, harus berakhir dengan skor seri 1-1. Hasil imbang ini sangat penting bagi São Paulo karena mereka berhasil menghindari kekalahan ketiga secara beruntun.
Di awal pertandingan, tuan rumah Internacional menunjukkan dominasi yang signifikan berkat taktik yang diterapkan oleh pelatih mereka. Paulo Pezzolano memilih menurunkan formasi yang sangat defensif dengan menempatkan sembilan pemain berkarakter bertahan, didukung satu gelandang serang dan satu penyerang tunggal, Alerrandro.
Strategi ofensif yang diterapkan di babak pertama langsung membuahkan hasil manis bagi tim tuan rumah. Gol pembuka tercipta pada menit ke-22 melalui aksi cemerlang dari sang ujung tombak, Alerrandro, yang membawa Internacional unggul 1-0.
Namun, memasuki paruh kedua, terlihat adanya perubahan signifikan dalam pendekatan taktis Internacional. Tim mulai melakukan pergantian pemain pada menit ke-16 terakhir dan cenderung memasang benteng pertahanan yang lebih dalam. Keputusan ini diperkuat dengan masuknya Carbonero pada menit ke-35 sebagai "katup pengaman" lini tengah.
Perubahan fokus bertahan dari Internacional ini justru memicu gelombang serangan yang lebih intensif dari kubu São Paulo. Tekanan yang terus menerus membuat tim tamu semakin agresif dalam mencari celah pertahanan lawan.
Puncak dari tekanan São Paulo terjadi pada menit ke-41 ketika penyerang Calleri sukses mencatatkan namanya di papan skor. Gol penyama kedudukan tersebut tercipta setelah ia menerima umpan matang dari rekannya, Wendell, sebuah penyelamatan krusial bagi tim tamu.
Gol Calleri menjadi penyelamat moral bagi São Paulo, apalagi mengingat performanya yang dinilai kurang maksimal sepanjang jalannya laga tersebut. Sementara itu, Artur, yang menjalani debutnya sebagai starter setelah dipinjam dari Botafogo, sempat menunjukkan beberapa potensi menjanjikan di lini serang São Paulo.
Statistik tembakan ke gawang di menit ke-45 menjadi bukti nyata perubahan permainan, di mana São Paulo mencatatkan sepuluh percobaan berbanding hanya satu milik Internacional. Hal ini menggambarkan bagaimana Internacional secara sadar mengendurkan serangan demi menjaga keunggulan, sebuah keputusan yang akhirnya harus dibayar mahal.
Dilansir dari sumber berita, Paulo Pezzolano, pelatih Internacional, menampilkan susunan pemain awal dengan Anthoni di bawah mistar gawang; Aguirre, Mercado, Victor Gabriel, dan Bernabei di barisan belakang; Villagra, Bruno Henrique, Paulinho, Bruno Gomes, dan Alan Patrick di lini tengah; serta Alerrandro sebagai striker tunggal. Beberapa pemain pengganti termasuk Bruno Tabata, Alan Rodríguez, Thiago Maia, Carbonero, dan Borré.