Arema FC berhasil mengamankan tiga poin penting setelah menumbangkan rival Jawa Timur, Persik Kediri, dalam duel sengit pekan ke-17 Liga Super Indonesia (LSI) musim 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Minggu (11/1/2026) berakhir dengan skor tipis 2-1 untuk keunggulan tim tuan rumah. Kemenangan Singo Edan ini terasa sangat dramatis karena dua gol penentu kemenangan baru tercipta pada menit-menit krusial babak kedua.
Skor 2-1 tersebut mengakhiri kebuntuan Arema FC yang sempat kesulitan menembus pertahanan kokoh tim tamu sepanjang 90 menit pertama. Dua gol kemenangan Singo Edan tercipta di penghujung laga, memastikan mereka menutup paruh musim dengan hasil positif di hadapan pendukung sendiri. Hasil ini sekaligus menjadi modal berharga bagi skuad asuhan pelatih kepala untuk menghadapi putaran kedua kompetisi yang semakin ketat.
Laga bertajuk Derbi Jawa Timur ini berlangsung dalam tensi tinggi yang terasa panas sejak peluit awal dibunyikan, memicu beberapa insiden keras di lapangan tengah. Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Rio Permana Putra ini juga diwarnai penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Penggunaan teknologi ini menjadi sorotan utama setelah terjadi kontroversi di awal babak pertama.
Salah satu momen paling disorot terjadi pada menit kesembilan ketika wasit harus meninjau ulang keputusannya melalui VAR. Pengecekan dilakukan menyusul insiden keras yang menimpa Dalberto akibat tekel dari Williams Lugo. Lugo terlihat melakukan injakan pada engkel Dalberto, sebuah pelanggaran yang berpotensi berbuah kartu merah. Setelah meninjau monitor di sisi lapangan, wasit Rio Permana Putra memutuskan untuk hanya memberikan kartu kuning kepada Williams Lugo.
Keputusan wasit yang hanya menghadiahi kartu kuning kepada Lugo sempat memicu protes keras dari ofisial tim Persik Kediri yang merasa dirugikan. Namun, insiden tersebut tidak mengurangi intensitas permainan yang terus berjalan cepat dan terbuka. Momen tersebut justru semakin memanaskan atmosfer pertandingan, mendorong kedua tim untuk bermain lebih agresif dalam mencari gol pembuka.
Kemenangan ini memiliki implikasi besar terhadap posisi Arema FC di klasemen sementara Liga Super Indonesia 2025/2026. Tambahan tiga poin membantu mereka menjauhi zona degradasi sekaligus merapatkan jarak dengan tim-tim di papan tengah kompetisi. Sementara itu, kekalahan tipis di menit akhir ini menjadi pil pahit bagi Persik Kediri yang harus puas pulang tanpa poin setelah menunjukkan performa defensif yang solid.
Secara keseluruhan, laga Derbi Jawa Timur ini menyuguhkan tontonan yang penuh ketegangan dan drama hingga menit terakhir, sesuai dengan ekspektasi rivalitas kedua tim. Kemenangan 2-1 ini membuktikan mentalitas baja Arema FC dalam memanfaatkan momentum krusial di waktu tambahan pertandingan. Hasil ini menegaskan bahwa persaingan di Liga Super Indonesia 2025/2026 masih akan sangat ketat dan sulit diprediksi hingga akhir musim.