PORTAL7.CO.ID - Pertandingan lanjutan Indian Super League (ISL) 2026 mempertemukan Chennaiyin FC melawan tuan rumah Punjab FC pada Rabu, 6 Mei 2026. Hasil akhir pertandingan tersebut menunjukkan kekalahan tipis bagi tim tamu dengan skor 0-1.
Kekalahan ini dipicu oleh sebuah insiden krusial di penghujung babak kedua, yakni sebuah gol bunuh diri yang tercipta dari kesalahan antisipasi bek Chennaiyin FC. Momen ini menjadi penentu hasil akhir yang mengecewakan bagi tim besutan Clifford Rayes Miranda tersebut.
Walaupun harus pulang dengan tangan hampa, skuat Chennaiyin FC dikabarkan tampil cukup dominan dan terus melancarkan gempuran serangan sepanjang 90 menit pertandingan di kandang Punjab. Namun, efektivitas penyelesaian akhir yang buruk menjadi kendala utama mereka.
Pelatih kepala Clifford Rayes Miranda mengambil langkah strategis dengan melakukan perubahan susunan pemain sejak awal laga. Ia memasukkan gelandang Mohammed Ali Bemammer untuk berpasangan dengan kapten Alberto Noguera di sektor lini tengah.
Di lini pertahanan, Miranda mempercayakan kolaborasi antara PC Laldinpuia dan Pritam Kotal untuk mengamankan gawang timnya. Sementara itu, lini depan dipercayakan kepada kuartet penyerang yang terdiri dari Lalrinliana Hnamte, Farukh Choudhary, Irfan Yadwad, dan Daniel Chima Chukwu.
Dikutip dari sumber berita, pertahanan tim tamu sempat berada di bawah tekanan signifikan pada awal pertandingan. Hal ini memaksa Pritam Kotal melakukan penyelamatan penting di garis gawang pada menit ke-11 untuk mencegah gawangnya kebobolan lebih awal.
Selain itu, peluang berbahaya dari tuan rumah berhasil diredam melalui sebuah blok krusial yang dilakukan oleh Laldinliana Renthlei. Aksi penyelamatan tersebut mematahkan peluang bersih Punjab FC untuk mencetak gol pembuka pada babak pertama.
Memasuki babak kedua, Chennaiyin FC berusaha keras memecah kebuntuan dengan memanfaatkan umpan silang berbahaya dari Noguera ke area kotak penalti. Sayangnya, tidak ada satu pun pemain yang mampu menjangkau bola tersebut untuk dikonversi menjadi gol.
Tim tamu sempat mengajukan protes keras terkait dugaan pelanggaran handball oleh salah satu pemain lawan di kotak terlarang, namun wasit tetap memutuskan untuk melanjutkan pertandingan tanpa memberikan penalti.