PORTAL7.CO.ID - AS Roma menunjukkan sinyal kuat untuk mempermanenkan status Donyell Malen setelah masa peminjamannya selesai. Pemain serbaguna ini kini dianggap sebagai prototipe ideal yang akan diikuti oleh kebijakan transfer klub ibu kota Italia tersebut di masa mendatang.

Keputusan ini mencerminkan pergeseran fokus klub untuk mendatangkan pemain yang tidak hanya memenuhi batasan anggaran finansial tetapi juga mampu memberikan dampak instan di lapangan. Strategi ini sejalan dengan harapan pelatih kepala tim.

Gasperini, pelatih AS Roma, secara terbuka mengungkapkan bahwa tipe pemain seperti Malen sangat ia inginkan untuk skuadnya. Menurut pandangannya, pemain tersebut harus memenuhi kriteria biaya transfer dan gaji yang realistis bagi kondisi keuangan klub saat ini.

Malen bergabung dengan AS Roma dari Aston Villa pada Januari 2026 dengan skema pinjaman awal senilai dua juta euro. Terdapat opsi pembelian permanen yang ditetapkan sebesar 25 juta euro, yang akan aktif jika Roma berhasil lolos ke kompetisi Eropa.

Performa Malen di lapangan terbukti sangat efektif sejak kedatangannya. Penyerang tersebut berhasil menorehkan tujuh gol hanya dalam sebelas pertandingan pertama di liga domestik yang ia jalani bersama Roma.

Adaptasi cepat Malen terlihat jelas dalam laga terakhir melawan Pisa SC, di mana ia hanya membutuhkan tiga menit untuk mencatatkan dua gol krusial. Hal ini semakin memperkuat keyakinan manajemen terhadap nilai sang pemain.

"Pemain semacam ini memenuhi kriteria biaya transfer dan gaji yang sesuai dengan kondisi keuangan klub, sekaligus memiliki kemampuan untuk langsung berkontribusi," ujar Gasperini mengenai pentingnya mendatangkan pemain seperti Malen.

Kinerja impresif ini meningkatkan peluang AS Roma mengaktifkan opsi pembelian permanen, terutama jika mereka berhasil lolos ke Liga Champions atau Liga Europa. Meskipun demikian, peluang transfer permanen tetap tinggi karena keselarasan Malen dengan taktik tim.

Gasperini juga sempat melontarkan kritik terhadap strategi transfer masa lalu, di mana pembelian dalam jumlah besar dinilai kurang efektif. "Saya menekankan preferensi untuk beberapa pemain berkualitas tinggi daripada banyak pemain yang tidak memberikan kontribusi maksimal," kata Gasperini.