Industri media nasional tetap menunjukkan taji di tengah gempuran platform digital global yang kian masif. Keberhasilan ini didorong oleh kuatnya minat masyarakat terhadap tayangan orisinal buatan produser dalam negeri. Konten lokal terbukti menjadi senjata pamungkas bagi pelaku industri kreatif untuk mempertahankan pangsa pasar mereka.

Managing Director Emtek sekaligus CEO Vidio, Sutanto Hartono, menegaskan bahwa preferensi audiens Indonesia masih sangat kuat terhadap konten lokal. Menurutnya, daya tarik tayangan domestik tidak hanya terjadi di layar televisi konvensional, tetapi juga merambah ke bioskop dan platform streaming. Fenomena ini menunjukkan bahwa identitas budaya lokal tetap menjadi magnet utama bagi penonton di tanah air.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Workshop Awal Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Pers di Jakarta Pusat. Diskusi ini menyoroti bagaimana media nasional harus beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa meninggalkan jati diri kontennya. Dewan Pers berharap sinergi antara teknologi dan kearifan lokal dapat memperkuat kedaulatan informasi nasional.

Sutanto memaparkan data statistik yang cukup signifikan mengenai dominasi program televisi nasional setiap tahunnya. Ia menyebutkan bahwa sekitar 94 persen dari 100 program teratas yang dikonsumsi masyarakat merupakan hasil produksi lokal. Angka ini mencerminkan konsistensi penonton Indonesia yang lebih memilih cerita dengan latar belakang budaya yang akrab dengan keseharian mereka.

Tingginya angka konsumsi konten lokal ini memberikan dampak positif bagi ekosistem industri kreatif di Indonesia. Para kreator film, penulis naskah, dan rumah produksi mendapatkan ruang yang lebih luas untuk berinovasi dan berkarya secara profesional. Hal ini juga memicu persaingan sehat antar platform untuk menghadirkan kualitas produksi yang setara dengan standar internasional.

Meskipun platform digital global terus mencoba merambah pasar domestik, kekuatan narasi lokal sulit untuk digoyahkan. Media nasional kini semakin gencar melakukan investasi besar-besaran pada konten orisinal untuk menarik minat generasi muda. Strategi ini dianggap sangat efektif dalam menjaga loyalitas audiens di tengah banyaknya pilihan tontonan dari luar negeri.

Keberlanjutan industri media di era digital akan sangat bergantung pada kemampuan mereka dalam mengemas konten lokal secara menarik. Data konsumsi yang stabil menunjukkan bahwa konten lokal bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar utama ekonomi digital Indonesia. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, karya anak bangsa diprediksi akan terus memimpin pasar media nasional di masa depan.