PORTAL7.CO.ID - Pasar prediksi digital Polymarket, yang selama ini sering dipromosikan sebagai sarana potensial untuk meraih penghasilan tambahan melalui media sosial, kini menghadapi sorotan tajam. Tren menunjukkan bahwa mayoritas investor yang berpartisipasi mengalami kerugian substansial sepanjang periode awal tahun 2026.

Analisis mendalam terhadap pergerakan dompet digital yang aktif di platform tersebut telah mengungkap adanya ketidakseimbangan yang mencolok. Perbedaan antara segmen pengguna yang berhasil membukukan keuntungan besar dan mereka yang justru mengalami defisit finansial semakin melebar.

Data spesifik menunjukkan skala kerugian yang cukup signifikan telah dialami oleh banyak akun terdaftar. Lebih dari 100.000 akun tercatat mengalami kerugian finansial minimal sebesar 1.000 dolar Amerika Serikat.

Periode kerugian ini teridentifikasi terjadi sejak awal tahun 2025 hingga mencapai puncaknya pada awal tahun 2026. Fakta ini menyoroti adanya masalah struktural atau dinamika pasar yang tidak menguntungkan bagi investor ritel.

Jumlah akun yang tercatat mengalami kerugian tersebut sangat kontras dengan mereka yang berhasil mencatatkan surplus. Angka akun merugi hampir mencapai dua kali lipat dibandingkan dengan total akun yang berhasil mencatatkan keuntungan setara di platform yang sama.

Fenomena ini memunculkan spekulasi mengenai penyebab utama kerugian massal tersebut. Salah satu dugaan kuat adalah meningkatnya dominasi dan aktivitas bot otomatis dalam menentukan pergerakan harga di pasar prediksi tersebut.

"Lebih dari 100.000 akun di platform tersebut tercatat mengalami kerugian minimal 1.000 dolar Amerika Serikat sejak awal tahun 2025," demikian temuan yang terungkap dalam analisis tersebut.

Lebih lanjut, analisis tersebut juga menegaskan perbandingan antara kedua kelompok pengguna tersebut. "Jumlah akun yang merugi ini hampir dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah akun yang berhasil membukukan keuntungan setara di platform yang sama," jelas hasil studi tersebut.

Dilansir dari JABARONLINE.COM, platform yang sering dipromosikan sebagai peluang penghasilan sampingan ini kini sedang dievaluasi ulang oleh para pengamat pasar. Situasi ini memerlukan tinjauan lebih lanjut mengenai mekanisme perdagangan yang berlaku.