PORTAL7.CO.ID - Program pematangan skuad Timnas Indonesia melalui jalur pemain keturunan terus menunjukkan progres signifikan di bawah kepengurusan PSSI saat ini. Fokus kini tertuju pada dua nama muda yang dinilai memiliki potensi besar untuk masa depan sepak bola nasional.
Dua talenta muda yang sedang hangat dibicarakan adalah Demiane Agustien dan Luke Vickery, meskipun prosesnya masih dalam tahap pembahasan internal PSSI. Agenda diskusi ini disiapkan menjelang periode FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 dan 30 Maret mendatang.
Demiane Agustien, yang baru berusia 18 tahun, saat ini tercatat sebagai gelandang serang yang aktif membela tim U-19 Arsenal sekaligus Timnas Belanda U-19. Sementara itu, Luke Vickery, berusia 20 tahun, berkarier sebagai striker atau penyerang sayap di Macarthur FC dalam kompetisi kasta tertinggi Australia, A-League.
Kebutuhan mendesak akan penambahan amunisi di lini serang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam upaya naturalisasi ini. Selama ini, lini depan Skuad Garuda relatif sangat bergantung pada kontribusi dari penyerang seperti Ole Romeny.
Ronny Pangemanan, seorang pengamat sepak bola nasional, memberikan pandangannya mengenai dampak kehadiran kedua pemain ini di tim senior. Ia menilai bahwa pengaruh mereka mungkin belum terlalu terasa mendesak untuk tim utama saat ini, namun sangat bermanfaat untuk pengembangan jangka panjang.
"Ia juga menyebut John Herdman membangun tim U-23 yang kuat," menggarisbawahi fokus pelatih kepala pada fondasi tim muda.
Ropan menambahkan bahwa langkah pemanggilan pemain muda seperti Doni Tri Pamungkas, Arkhan Fikri, Jens Raven, dan Mauro Zijlstra ke dalam agenda FIFA Series 2026 menunjukkan komitmen nyata dari pelatih John Herdman dalam merancang tim yang solid secara berkelanjutan.
Menurut pandangan Ropan, peran Demiane Agustien dan Luke Vickery di timnas senior kemungkinan tidak akan memberikan dampak besar secara instan. Meskipun demikian, ia melihat Luke Vickery berpotensi menjadi rekan duet atau pelapis yang ideal bagi Ole Romeny di lini depan.
"Yang paling penting adalah mereka punya masa depan di tim nasional," kata Ropan mengenai prospek jangka panjang kedua pemain tersebut.