TANGERANG – Di tengah riu ICE BSD, ribuan orang berkumpul bukan hanya untuk mendengar, tetapi untuk merasakan sebuah pengalaman sosial yang berbeda. CONNECT 2026 hadir dengan tema “Modern Struggles”, dan bagi banyak anak muda, acara ini bukan sekadar agenda dakwah, melainkan ruang untuk menemukan kembali diri mereka di tengah tekanan zaman.
Aisyah, seorang mahasiswi berusia 21 tahun, datang bersama sahabatnya. Ia mengaku awalnya hanya ingin melihat langsung sosok Mufti Menk yang selama ini ia ikuti lewat media sosial. Namun, begitu memasuki hall dengan nuansa warna cerah pink, hijau, oranye ia merasa atmosfernya jauh dari kesan kaku. “Rasanya seperti masuk ke ruang yang ramah, penuh energi positif. Saya tidak merasa dihakimi, justru diterima,” katanya.
Dakwah yang Menyentuh Kehidupan Sehari-hari
Di main stage, para narasumber internasional dan nasional berbicara tentang krisis identitas, tekanan sosial, hingga kelelahan mental. Bagi Aisyah, pesan yang paling membekas adalah ketika Ust. Khalid Basalamah menekankan pentingnya menyeimbangkan iman dengan tanggung jawab sosial. “Saya jadi sadar bahwa struggle saya sebagai mahasiswa bukan hal kecil. Islam memberi cara untuk menghadapi itu dengan tenang,” ujarnya.
Sementara itu, di Sofa Chat Session, suasana lebih intim. Audiens bisa bertanya langsung, berbagi keresahan, dan mendapat jawaban yang membumi. Format ini membuat banyak peserta merasa lebih dekat dengan para pembicara, seolah berdialog dengan mentor pribadi.
Dari Fun Run ke Bazar Halal
CONNECT 2026 tidak berhenti di ruang diskusi. Pagi hari, ratusan peserta mengikuti Fun Run, berlari bersama sebagai simbol menjaga tubuh dan semangat hidup sehat. “Saya tidak pernah membayangkan dakwah bisa dikaitkan dengan olahraga. Tapi ternyata masuk akal, karena tubuh juga amanah,” kata Rizky, seorang peserta lain.
Di Hall 1, bazar halal terbuka menjadi magnet tersendiri. Pelaku usaha Muslim, brand lokal, hingga komunitas kreatif berkumpul, menciptakan ekosistem muamalah yang hidup. Bagi pengunjung, ini bukan sekadar belanja, melainkan bagian dari pengalaman spiritual yang menyatu dengan keseharian.
Generasi Muda Belajar di Balik Layar
