Persib Bandung berhasil memimpin sementara atas rival abadinya, Persija Jakarta, dengan skor 1-0 dalam laga Derbi Klasik yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pertandingan yang digelar pada Minggu (11/1/2026) ini menyajikan tensi tinggi sejak menit awal. Keunggulan tipis Maung Bandung ini bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.
Gol tunggal yang memecah kebuntuan diciptakan oleh gelandang muda Persib, Beckham Putra Nugraha, saat laga baru berjalan lima menit. Beckham memanfaatkan kelengahan lini belakang Macan Kemayoran melalui skema serangan cepat yang terstruktur. Gol cepat tersebut sontak membuat riuh puluhan ribu Bobotoh yang memadati markas Persib, memberikan tekanan psikologis besar bagi tim tamu.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka dengan intensitas fisik yang sangat tinggi. Persib Bandung, yang bertindak sebagai tuan rumah, mengambil inisiatif serangan lebih dulu dan berupaya menekan pertahanan Persija Jakarta. Tekanan yang konsisten ini berhasil membuahkan hasil cepat, memaksa Persija mengubah strategi bertahan mereka lebih awal dari rencana.
Pengamat sepak bola nasional, Budi Santoso, menilai gol cepat tersebut menjadi kunci perbedaan psikologis kedua tim di awal laga. "Persib sangat siap memanfaatkan momentum awal, dan gol Beckham adalah bukti kelalaian fokus Persija di menit-menit krusial," ujar Budi. Ia menambahkan bahwa Persija akan menghadapi tantangan berat untuk menembus pertahanan solid Persib di babak kedua jika tidak ada perubahan signifikan.
Setelah kebobolan, Persija Jakarta berupaya merespons dengan meningkatkan penguasaan bola di lini tengah untuk menenangkan tempo permainan. Mereka mencoba membangun serangan balik melalui sisi sayap, namun disiplinnya lini pertahanan Persib membuat upaya tersebut sering terhenti di sepertiga akhir lapangan. Hingga menit ke-45, Macan Kemayoran kesulitan menciptakan peluang emas yang benar-benar mengancam gawang tuan rumah.
Menjelang akhir babak pertama, tensi sempat memanas setelah terjadi beberapa pelanggaran keras di sektor tengah lapangan. Kedua pelatih tampak sibuk memberikan instruksi taktis, terutama agar pemain tetap menjaga emosi dalam Derbi penuh gengsi ini. Wasit harus bekerja keras untuk mengendalikan situasi, memastikan pertandingan berjalan sesuai aturan dan sportivitas yang dijunjung tinggi.
Keunggulan 1-0 ini memberikan modal berharga bagi skuad Pangeran Biru untuk menghadapi 45 menit kedua yang diprediksi lebih alot. Persija Jakarta harus menemukan solusi cepat, terutama dalam hal kreativitas serangan, jika ingin menyamakan kedudukan dan mencuri poin di Bandung. Pertandingan Derbi Klasik dipastikan akan semakin menarik dan menentukan setelah jeda turun minum.