PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Wilayah Delhi di India baru-baru ini mengumumkan inisiatif strategis berupa rancangan awal kebijakan pengadaan subsidi kendaraan listrik (EV) yang dirancang untuk durasi jangka panjang hingga lima tahun ke depan. Langkah ini merupakan upaya serius untuk memacu adopsi transportasi ramah lingkungan secara berkelanjutan di wilayah tersebut.
Kebijakan yang diberi nama draf Kebijakan Kendaraan Listrik (EV) 2026-2030 ini mencakup spektrum insentif finansial yang luas, menyasar berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil, hingga kendaraan hybrid. Tujuannya adalah memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku industri terkait dukungan pemerintah.
Secara spesifik, prioritas utama dalam draf kebijakan ini diberikan kepada segmen motor listrik, di mana subsidi maksimal yang ditawarkan mencapai 30.000 rupee, setara dengan sekitar Rp 6 juta pada tahun implementasi pertama. Jumlah subsidi ini akan disesuaikan berdasarkan kapasitas baterai yang terpasang pada motor listrik tersebut.
Dilansir dari Detik Oto, mekanisme insentif untuk motor listrik direncanakan mengalami penurunan nilai secara bertahap pada tahun kedua dan ketiga implementasi kebijakan ini. Selain itu, terdapat skema bonus tambahan sebesar 10.000 rupee bagi warga yang bersedia menukarkan motor konvensional berbahan bakar bensin mereka dengan model kendaraan listrik.
Rencana ambisius ini juga sejalan dengan upaya pemerintah setempat untuk secara bertahap menghentikan proses registrasi motor berbahan bakar bensin baru. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Delhi dalam transisi menuju mobilitas nol emisi di masa mendatang.
Mengenai kategori mobil listrik, pembeli tidak akan menerima subsidi tunai langsung dari pemerintah Delhi. Sebagai gantinya, mereka akan mendapatkan keuntungan signifikan melalui pembebasan penuh atas pajak jalan dan biaya registrasi kendaraan.
Keuntungan pembebasan pajak ini secara khusus ditujukan bagi pembelian unit mobil listrik dengan harga jual di bawah batas yang ditetapkan, yaitu sekitar Rp 550 juta atau 30 lakh rupee. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban finansial pembeli mobil listrik di segmen harga tertentu.
Bagi pemilik kendaraan hybrid, kebijakan tersebut juga menyediakan insentif berupa pemotongan sebesar 50 persen untuk biaya registrasi serta pajak jalan yang berlaku. Beberapa model populer seperti Toyota Innova HyCross dan Urban Cruiser HyRyder diperkirakan akan turut merasakan manfaat dari skema potongan pajak ini.
Menanggapi langkah strategis ini, Pengamat otomotif senior dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, menekankan pentingnya konsistensi regulasi untuk menarik investasi. "Investasi tidak pernah bicara soal short term. Jadi kalau untuk meyakinkan investor, policy itu harus dibaca secara clear. Jangan setiap tahun berubah, setiap tahun berubah," ujar Agus Purwadi, Pengamat otomotif senior dari Institut Teknologi Bandung (ITB).