PORTAL7.CO.ID - Mason Greenwood kini menjelma menjadi figur sentral dan mesin gol utama bagi Olympique de Marseille di Ligue 1 Prancis. Padahal, perjalanan kariernya di klub tersebut sempat berada di ujung tanduk dan terancam dijual pada periode sebelumnya.
Statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sementara Ligue 1 saat ini sangat kontras dengan situasi genting yang ia hadapi di musim lalu. Situasi ini menunjukkan adanya transformasi signifikan dalam performa dan mentalitas sang penyerang muda Inggris tersebut.
Investigasi mendalam yang dilakukan oleh media Prancis, La Provence, mengungkapkan adanya friksi internal yang hampir menyeret Greenwood keluar dari skuad utama. Perselisihan tersebut melibatkan Direktur Olahraga klub, Medhi Benatia, yang memiliki pandangan berbeda mengenai kontribusi sang pemain.
Konflik tersebut bahkan sempat membuat Greenwood masuk dalam daftar jual klub dan berpotensi besar meninggalkan Stade Vélodrome. Namun, melalui performa luar biasa, ia berhasil membalikkan keadaan dan menjadi pahlawan yang membawa Marseille meraih tiket Liga Champions.
"Investigasi yang dilakukan oleh La Provence mengungkap ketegangan antara Greenwood dan direktur olahraga klub, Medhi Benatia," demikian dikutip dari artikel tersebut.
Ketegangan tersebut, dilansir dari Goal, berakar dari persepsi Benatia mengenai etos kerja Greenwood di sesi latihan. "Perselisihan bermula dari penilaian Benatia bahwa Greenwood kurang bersemangat dalam latihan dan enggan berkontribusi dalam pertahanan," kutipan tersebut menegaskan sumber masalahnya.
Kondisi hubungan yang memburuk ini membuat pelatih kepala saat itu, Roberto De Zerbi, ikut menyuarakan keprihatinan serupa. Bahkan, De Zerbi sempat menggarisbawahi syarat agar Greenwood bisa tetap bertahan di Marseille, yakni peningkatan kontribusi defensif.
Akibat dari konflik internal ini, Greenwood terpaksa dicadangkan dalam dua pertandingan krusial pada Maret tahun lalu, yakni melawan RC Lens dan Paris Saint-Germain. Situasi ini menjadi ujian berat bagi moral dan profesionalisme sang pemain muda tersebut.
Meskipun di bawah tekanan besar dan terancam dilepas, Greenwood menunjukkan mentalitas seorang juara sejati. Ia berhasil merebut kembali tempatnya di starting XI dan langsung memberikan dampak besar dengan mencetak enam gol dan dua assist dalam delapan laga liga terakhir musim sebelumnya.