Intel secara resmi mengumumkan niatnya untuk menggeser dominasi AMD di pasar *handheld gaming* PC yang sedang berkembang pesat. Pengumuman ambisius ini disampaikan dalam ajang pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2026. Fokus utama Intel adalah kartu grafis terintegrasi (iGPU) terbarunya, Arc B390, yang diklaim membawa lompatan performa signifikan.

Arc B390 dirancang menggunakan arsitektur mutakhir Xe3 Arc Battlemage, menandai evolusi signifikan dari generasi sebelumnya. Intel secara terbuka menantang posisi Radeon 890M, GPU yang saat ini menjadi pilihan utama pada berbagai perangkat genggam generasi terbaru. Klaim performa yang dipaparkan menunjukkan keyakinan Intel untuk merebut pangsa pasar kritis ini.

Berdasarkan presentasi data *benchmark* internal yang dipublikasikan, Intel menunjukkan perbedaan performa yang mencolok. Prosesor Core Ultra X9 388H yang mengusung Arc B390 disebut memiliki kinerja rata-rata 73% lebih cepat. Perbandingan ini dilakukan terhadap pesaing utamanya, Ryzen AI HX 370, yang ditenagai oleh Radeon 890M.

Pengujian performa tersebut dilakukan secara komprehensif pada 45 judul game berbeda untuk mendapatkan hasil yang representatif. Seluruh pengujian dijalankan pada resolusi 1080p dengan memanfaatkan teknologi *upscaling* untuk memaksimalkan *frame rate*. Perlu dicatat bahwa skenario pengujian ini menggunakan batas daya (TDP) 45 watt untuk Intel, sementara pesaing AMD diuji pada batas daya 53 watt.

Meskipun pengujian awal berbasis skenario laptop, Intel meyakini data ini sangat relevan untuk pasar perangkat genggam. Menariknya, selisih performa diklaim meningkat lebih jauh ketika pengujian dilakukan pada resolusi *native* 1080p tanpa bantuan *upscaling*. Dalam kondisi ini, Arc B390 disebut mampu melampaui Radeon 890M dengan selisih performa hingga 82%.

Jika klaim performa ini terbukti akurat di produk ritel, ini akan menjadi tantangan serius bagi hegemoni AMD di segmen *handheld* PC. Kehadiran Arc B390 dapat memaksa produsen perangkat keras untuk mempertimbangkan kembali desain dan pemilihan komponen mereka. Persaingan ketat ini pada akhirnya akan menguntungkan konsumen, yang akan mendapatkan pilihan perangkat genggam yang lebih bertenaga.

Secara keseluruhan, pengumuman di CES 2026 ini menandai babak baru dalam perang cip grafis terintegrasi antara dua raksasa teknologi. Walaupun data yang disajikan masih bersifat internal, Intel telah menetapkan standar baru yang harus dikejar oleh pesaingnya. Pasar *handheld gaming* kini menantikan validasi independen untuk mengkonfirmasi apakah dominasi AMD benar-benar akan berakhir.