JAKARTA – Center for Budget Analysis (CBA) menyoroti proyek pengadaan puluhan ribu unit sepeda motor oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang bernilai fantastis. Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai proyek senilai Rp3,2 triliun tersebut sarat kejanggalan dan mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pejabat terkait.

Uchok memaparkan bahwa total anggaran pengadaan motor BGN untuk tahun 2025 mencapai Rp3,2 triliun dengan volume sebanyak 65.067 unit. Berdasarkan kalkulasi CBA, harga per unit motor dalam proyek tersebut mencapai kisaran Rp50 juta, sebuah angka yang dinilai tidak wajar untuk pengadaan dalam jumlah besar.

"Kalau dihitung, satu unit motor bisa mencapai sekitar Rp50 juta. Ini jelas sangat mahal. Dengan volume pembelian sebesar itu, seharusnya harga satuan bisa jauh lebih murah dari harga pasar," ujar Uchok dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/4/2026).

Selain persoalan harga, Uchok juga menyoroti mekanisme e-purchasing yang digunakan dalam proses pengadaan ini. Menurutnya, sistem tersebut justru membuat proyek berjalan "senyap" dan minim pengawasan publik. Ia menyebut pengadaan ini nyaris tidak terdeteksi oleh masyarakat hingga akhirnya menjadi viral.

"Mekanisme e-purchasing yang digunakan berpotensi dimanfaatkan untuk menghindari transparansi jika tidak disertai kontrol publik yang kuat," tambahnya.

Atas dasar temuan tersebut, CBA mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh. Uchok menegaskan bahwa nilai proyek yang besar serta indikasi harga yang tidak wajar harus menjadi prioritas pengusutan.

"Ini harus disidik. Nilainya besar, harganya mencurigakan, dan prosesnya tidak transparan," tegasnya.

Uchok juga mengkritik narasi efisiensi anggaran yang sering digaungkan pemerintah. Ia menilai pengadaan dengan nilai jumbo namun minim transparansi ini sangat bertolak belakang dengan semangat penghematan uang negara.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) belum memberikan keterangan resmi terkait kritik dan dugaan kejanggalan dalam proyek pengadaan motor tersebut.