Sektor perbankan nasional secara resmi mengumumkan penyesuaian jadwal operasional menjelang perayaan Tahun Baru Imlek pada Februari 2026 mendatang. Kebijakan ini diambil untuk menghormati hari libur nasional serta cuti bersama yang jatuh pada tanggal 16 dan 17 Februari. Nasabah kini diimbau untuk merencanakan transaksi keuangan mereka jauh-jauh hari guna menghindari kendala teknis selama masa libur tersebut.
Mayoritas bank besar seperti Bank Mandiri, BCA, dan BRI telah memastikan penutupan seluruh kantor cabang fisik selama dua hari tersebut. Segala bentuk layanan administrasi tatap muka, setoran tunai lewat teller, hingga penarikan dana di meja kasir dipastikan tidak tersedia bagi masyarakat umum. Meskipun demikian, ketersediaan uang tunai di seluruh jaringan mesin ATM dan CRM tetap dijamin keamanannya oleh pihak bank.
Langkah penutupan operasional ini merupakan prosedur standar yang dilakukan setiap tahun mengikuti kalender libur yang ditetapkan oleh pemerintah. Perbankan berupaya memberikan kesempatan bagi para karyawannya untuk merayakan hari besar keagamaan bersama keluarga secara maksimal. Namun, integrasi sistem perbankan modern memastikan bahwa fungsi dasar keuangan tetap berjalan meski tanpa kehadiran staf di kantor.
Berbeda dengan bank lainnya, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Tabungan Negara (BTN) menerapkan skema operasional yang lebih fleksibel. BNI masih mengoperasikan sekitar 16 kantor cabang pada tanggal 16 Februari khusus untuk melayani transaksi krusial seperti setoran BBM Pertamina. Sementara itu, BTN menyediakan layanan terbatas di beberapa titik strategis dengan durasi jam operasional yang disesuaikan dengan kebutuhan mendesak.
Perubahan jadwal ini menuntut nasabah untuk semakin bergantung pada ekosistem keuangan digital yang telah dikembangkan secara masif oleh tiap bank. Layanan seperti Livin’ by Mandiri, BCA Mobile, hingga BRImo menjadi garda terdepan dalam melayani kebutuhan transfer dan pembayaran selama libur. Penggunaan kanal digital ini diharapkan dapat meminimalisir penumpukan antrean yang biasanya terjadi sesaat sebelum atau sesudah masa libur.
Pihak perbankan juga terus memperkuat sistem keamanan siber mereka untuk mengantisipasi lonjakan trafik transaksi online selama periode Imlek berlangsung. Pemantauan dilakukan secara intensif selama 24 jam penuh demi memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman dari mana saja. Tim teknis dari masing-masing bank disiagakan untuk menangani potensi gangguan pada aplikasi perbankan digital maupun mesin ATM di lapangan.
Dengan adanya penyesuaian jadwal ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola kebutuhan uang tunai maupun transaksi elektronik harian. Pastikan saldo pada aplikasi perbankan mencukupi dan selalu waspada terhadap segala bentuk modus penipuan yang mengatasnamakan institusi bank. Libur Imlek 2026 diharapkan tetap bisa berjalan lancar berkat dukungan teknologi perbankan yang semakin andal dan mudah diakses.